Ilustrasi. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Optimis terhadap pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat hingga 3,7% year on year (yoy) sampai semester 2017, Bank Indonesia (BI) kembali melonggarkan kebijakan rasio Loan to Value (LTV).

Diantarnya kebijakan itu diterapkan melalui penurunan uang muka atau Down Payment (DP) KPR rumah pertama menjadi 15% dan penurunan DP KPR rumah kedua serta masing-masing menjadi 20% dan 25%.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta, disepanjang semester I-2016, pertumbuhan KPR mencapai 8,0%, serta diperkirakan pertumbuhan KPR hingga semester I-2017 bisa mencapai 11,7%. “Penurunan DP ini, KPR bisa tumbuh 3,7%,” ujar Filianingsih, di Gedung Thamrin Kompleks BI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dikatakan Filianingsih, proyeksi tersebut didasarkan pada hitungan kasar ketika BI melakukan perencanaan di bulan Juni. “Saat menghitung 3,7% itu kan kita ngomong satu tahun yoy bisa berapa. Itu data harus dikalibrasi lagi. Itu kan Juni, dari Juni sampai sekarang kan sudah ada perubahan suku bunga, berubah nilai tukar berubah, dan yang lainnya,” jelasnya.

Selain itu, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi dengan pengaruh eksternal. Misalnya pengaruh brexit sampai kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve.

Menurutnya, berbagai kemungkinan juga bisa mempengaruhi pertumbuhan KPR dalam negeri. “Kalau tren suku bunga turun nanti kami akan hitung lagi. Pada saat harga komoditi membaik itu juga akan berpengaruh. Saat The Fed menaikkan suku bunganya dan brexit juga terpengaruh,” pungkas Filianingsih.

Terlepas itu, sinyal perbaikan ekonomi nasional tak hanya tingkat inflasi dikisaran 5,1%, namun pada bulan Agustus 2017 nanti penjualan properti di Jabodetabek diyakini bakal bangkit lagi.

Kondisi ini menambah optimisme sejumlah kalangan bahwa sektor properti dan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) segera tumbuh signifikan.

Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra membenarkan, kondisi inflasi yang baik merupakan peluang bagi developer. Karena, industri properti memiliki potensi besar untuk segera bangkit.

“Kenapa harus dibulan Agustus, karena saat ini prosentasi KPR merupakan yang terbesar dibandingkan dengan kredit sektor lainnya. Jadi kemungkinan penjualan properti itu meningkat dapat diprediksi ketia ajang promosi dan transaksi hanya di pesta KPR BTN Merdeka di pameran Indonesia Properti Expo 2017,” kata Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra.

Sementara itu, sejumlah perbankan tidak menyangkal bila selama ini antara satu bank dengan lainnya menawarkan KPR dengan platform dan bunga yang berbeda.

Sebab, sumber dana yang didapat masing-masing bank juga berbeda. Bahkan merupakan hal yang mustahil bank mau merugi, memberikan kredit dengan bunga dibawah cost of fund (biaya dana) yang didapatkan dari pihak ketiga.