Mungkinkah Dibangun Hunian Murah di Tengah Kota Jakarta?
Hunian Murah di Tengah Kota Jakarta (Foto: rumahdijual)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Hunian murah sekarang ini sudah sangat sulit ditemukan di tengah kota, terutama DKI Jakarta.

Dengan harga tanah melambung tinggi, pengembang tentu tak ingin merugi hanya membangun rumah susun. Apalagi lokasinya premium, misalnya di dekat stasiun mass rapid transit (MRT).

Maka dari itu, dibutuhkan intervensi pemerintah supaya hunian di perkotaan tak hanya dipunyai orang-orang tertentu. Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mesti mencari rumah yang jauh dari pusat kota.

“Hunian terjangkau bisa dibangun di kawasan transit oriented development (TOD). Sebenarnya kalau dicontohkan ada di Rotterdam, Belanda,” tutur Ketua Bidang Transportasi Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta Reza Firdaus dalam diskusi “Transportasi Massal untuk Siapa?”, di Jakarta, belum lama ini.

Di Rotterdam, Stasiun MRT Oostplein berada disebelah perumahan rakyat atau public housing. Hunian mewah yang dihuni oleh orang-orang kaya malah tak sedekat itu dengan stasiun MRT.

Selain Belanda, konsep hunian murah yang dibangun di kawasan TOD juga sudah diaplikasikan di Hammarby, Stockholm, Swedia.

Kemudian di Tainhe, Guangzhou, China, TOD terletak di tengah-tengah permukiman padat penduduk dengan harga murah.

San Francisco, California, Amerika Serikat, pun serupa dengan negara lainnya. Sebanyak 20 persen dari hunian yang ada di TOD adalah perumahan terjangkau.

“Sebelahnya MRT persis. Ini namanya keberpihakan pemerintah terhadap rakyat menengah ke bawah,” jelas Reza.

Perbedaan tersebut mungkin didasari oleh sistem pemerintah. Ada yang sosialis, ada juga komunis, seperti China.

Bagi Reza, Indonesia juga tak harus mencontoh sama persis seperti di negara-negara itu.

“Tapi setidaknya, kayak gini loh harusnya di sekitar TOD. Jangan (diisi) mal, ritel yang mewah sekali atau apartemen Rp.5 miliar per unit. Nanti masyarakat jadi penonton lagi. Padahal konsep TOD sangat bagus,” imbuh Reza.

Perlu diketahui, sebelumnya sudah ada apartemen yang ramai dikunjungi di pameran Indonesia Properti Expo lalu, gara-gara terkoneksi Stasiun Light Rapid Transportation (LRT) dikawasan Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek).

“Alhamdulillah mas, selama pameran ini kami selalu ramai dikunjungi karena apartemen yang ditawarkan langsung terkoneksi dengan LRT,” ungkap General Manager Departemen Transit Oriented Development (TOD) PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Amrozi Hamidi, saat ditemui INAPEX di pameran Indonesia Property expo, di JCC, Jakarta Selatan.

Amrozi  mengakui pengembangan hunian vertikal karena dapat support proyek fasilitas LRT. “LRT itu kan harus kita siapkan, nah kalau cuma transportasi orang turun nanti kemana kalau tidak kita siapkan makanya kita cari tanah yang bisa kita kembangkan. Ini lah LRT City ini,” tambahnya.