• Inapex

    Menteri BUMN: Harga Special Hunian TOD Hanya Untuk MBR

  • Oleh
  • Rabu, 11 Okt 2017
  • Menteri BUMN: Harga Special Hunian TOD Hanya Untuk MBR

    Ilustrasi (Foto: sindo)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Kebutuhan hunian yang tinggi khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tengah kota memaksa pemerintah mencari jalan keluar. Harga special hunian TOD hanya untuk MBR? mungkinkah terealisasi? Pasalnya, hunian murah sangat sulit dibangun di tengah kota mengingat harga lahan yang tidak terjangkau lagi.

    Apartemen yang menempel di stasiun-stasiun atau dengan konsep transit oriented development (TOD) diklaim jadi salah satu solusi ketersediaan hunian terjangkau.

    Caranya, dengan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemilik lahan dan pengembang atau kontraktor. Menteri BUMN Rini Soemarno mengharapkan, harga hunian TOD cukup diangka Rp.7 juta per meter persegi.

    “Saya nanti bicara dengan Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) apakah (harga) bisa tetap segitu (Rp.7 juta). Tahun ini, akan ada beberapa titik lagi dan saya targetkan untuk MBR tetap di Rp.7 juta,” jelas Rini di Stasiun Pasar Senen, Selasa (10/10).

    Hunian TOD stasiun yang sudah mulai pembangunannya meliputi Tanjung Barat dan Pondok Cina. Di Tanjung Barat, harga unit yang dikhususkan bagi MBR adalah Rp.9 juta per meter persegi, sedangkan di Pondok Cina harganya Rp.7 juta per meter persegi.

    “Saya tekankan untuk MBR kita beri harga spesial karena kebutuhan besar. Di sini (Pasar Senen) harganya Rp.7 juta per meter persegi sama dengan yang di Pondok Cina,” ucap Rini.

    Baca Juga :
    Hentikan Alokasi Lahan untuk Mendongkrak Harga Properti, Ini Kebijakan BP

    Kerja sama para BUMN

    Pembangunan hunian TOD Pasar Senen dilakukan atas kerja sama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemilik lahan.

    Wika membangun sebanyak 480 unit rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 882 unit apartemen untuk masyarakat menengah ke bawah. Secara total, jumlah apartemen yang dibangun 1.362 unit.

    Tidak hanya itu, Wika juga membangun kawasan komersial di atas lahan seluas 8.560 meter persegi milik KAI. Pengembangan kawasan dengan nilai investasi Rp.500 miliar akan berlangsung selama 4 tahun dengan jangka waktu kerja sama usaha selama 50 tahun.

    Pada hari yang sama, Basuki bersama Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meresmikan pembangunan hunian TOD di Stasiun Juanda dan Tanah Abang.

    Di Stasiun Juanda, hunian yang dibangun 2 menara meliputi 627 unit di atas lahan 5.903 meter persegi. Dari total unit sebanyak 171 unit diperuntukkan bagi MBR.

    Adapun di Tanah Abang, 2 menara apartemen akan dibangun di tanah seluas 4 hektare dengan total 1.100 unit. Sekitar 35 persen diperuntukkan bagi MBR. Baik hunian TOD Juanda maupun Tanah Abang, dibangun PT PP (Persero) Tbk yang juga bekerja sama dengan KAI sebagai pemilik lahan.