Properti Palembang Menanjak Berkat LRT
Mayoritas kontrak baru dari pemerintah, diantaranya proyek LRT.(Foto: suaranusantara)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Mayoritas diperoleh dari proyek pemerintah, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) sudah mengantongi kontrak baru Rp 2,07 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Pencapaian itu sekitar 51,69% dari total target perusahaan tahun ini sebesar Rp 4 triliun.

Direktur PT Totalindo Eka Persada Tbk Andre Chandra Biantoro mengatakan, sebagian besar kontrak baru didapat dari proyek pemerintah yaitu sebesar Rp 1,38 triliun. Sedangkan proyek swasta menyumbang Rp 693 miliar.

Proyek pemerintah yaitu proyek Transit oriented Development (TOD) Lebak Bulus Rp 900 miliar, proyek rumah DP Rp 0 Kelapa Village Rp 320 miliar, Ged Twin Tower Asrama Jawa Barat dan Rusunawa DIY.

“TOD Lebak Bulus dan DP Rp 0 kita kategorikan proyek pemerintah karena kita joint venture dengan PD Pembangunan Sarana Jaya yang merupakan BUMD DKI Jakarta,” jelas Andre di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakan Andre, proyek swasta yang sudah didapatkan selama Januari-Mei 2018 baru berasal dari Antasari Height.

Kemudian ditahun ini, perusahaan kontraktor mengincar 70% dari target berasal dari proyek pemerintah dan 30% dari proyek swasta.

Kontrak-kontrak baru Totalindo Eka Persada sebagian besar didapatkan pada periode April dan Mei 2018 sehingga kemungkian baru akan menyumbang ke pendapatan perusahaan pada kuartal III dan IV mendatang.

Disamping proyek baru tersebut, TOPS juga sedang mengerjakan proyek-proyek eksisting senilai Rp 9,6 triliun. Diantaraya, Proyek The Stone Ubud Bali (2017-2019), Green Sedayu Apartemen Jakarta (2017-2019), Podomoro Deli Medan ( 2014-2018), Sedayu City Apartemen Jakarta (2017-2019), Rusn Nagrak Jakarta (2017-2018).

Selanjutnya, Rusun Penggilingan Pulo Gebang Jakarta (2017-2018), Kota Ksabalaka 3 Jakarta (2015-2018), Puri Mansion Apartemen Jakarta (2015-2018), Menteng Park Jakarta (2013-2018), El Centro (2017-2018), Vittoria Residence 9 2016-2017), Midtown Residence Tangerang (2015-2018), South Hills Residence Jakarta ( 2016-2018), Grand Cut Meutia Bekasi (2015-2018).

TOPS optimistis bisa mencapai target kontrak baru yang telah ditetapkan perusahaan tahun ini. Pasalnya, saat ini mereka masih memiliki pipeline sekitar Rp 3 triliun yang sedang proses tender.

Summary