Pemerintah: Rumah Subsidi Tidak Salah Sasaran
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Maraknya aksi teror bom yang terjadi disejumlah wilayah, ternyata tak mempengaruhi pasar properti di Indonesia.

“Kendati kurs rupiah sempat melemah, tapi aksi teror bom itu tidak pengaruhi pasar properti. Hal itu terbukti peminat properti masih tinggi hingga saat ini,” tegas Konsultan Dion Agency Properti Rini Puspita, saat dihubungi INAPEX.co.id, Kamis (17/5).

Secara terpisah, hal senada juga dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, teror bom yang terjadi tak berdampak pada minat investor untuk melirik Indonesia.

Kendati demikian, Bambang memastikan bahwa dampaknya tidak akan signifikan dan tidak dalam jangka waktu yang lama.

“Saya rasa temporer. Saya rasa minat investasi tetep tinggi,” ujar Bambang di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Bambang menambahkan, sektor yang akan terdampak secara langsung adalah pariwisata. Sejumlah negara bisa saja mengeluarkan travel warning pasca-peristiwa tersebut. Indonesia, masih dikatakan Bambang, harus memastikan Indonesia aman dan tidak ada gangguan jangka panjang.

“(Tak pengaruh) kalau kita bisa buktikan Indonesia itu aman dan kondusif terhadap investasi maupun tourism,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merasa bahwa para investor tetap yakin otoritas keamanan di Indonesia bisa mengatasi hal tersebut sehingga insiden yang dimaksud tidak berlarut-larut.

“Saya rasa (kepercayaan investor) tidak (terganggu) karena mereka juga percaya bahwa itu akan teratasi. Sesaat ada travel advice, itu suatu hal yang wajar,” kata Enggar saat ditemui di pabrik bir Bintang, Kota Tangerang, Senin (14/5).

Enggar mengungkapkan, travel advice untuk Indonesia merupakan hal yang normal sebagai bentuk perhatian negara terhadap warganya saat ingin ke atau yang sedang berada di Indonesia.

Ia turut menyebut ada teror serupa di Paris, Perancis, di mana pria menikam lima orang dengan pisau.

“Pasti duta besar kita juga meminta untuk hati-hati, semua pasti lakukan itu. Kita tidak usah heran kalau duta besar minta please be careful untuk warganya, semua normal,” tutur Enggar.

Enggar mengajak semua pihak tetap mendukung pemerintah agar dapat segera menyelesaikan insiden tersebut. Tak hanya itu, Enggar juga mengimbau supaya dunia usaha tidak khawatir karena teror yang terjadi hanya bersifat sementara.

“Berbeda dengan kejadian di negara yang terus-menerus. Ini memang ada kejadian itu, tetapi percayalah tidak terlalu lama. Semua under control,” pungkasnya.