Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Seiring kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah melonggarkan aturan loan to value (LTV) serta aturan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) inden, diharapkan mampu menggeliatkan kembali penjualan properti.

Bahkan kebijakan itu juga disambut baik oleh sejumlah pengembang.
Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso mengungkapkan, permintaan hunian melalui skema KPR produk-produk Ciputra Group terus meningkat selama dua tahun terakhir.

Selain itu, relaksasi aturan yang sudah diterapkan oleh BI. “Dari data marketing sales kami pada kuartal I-2018 mengalami pertumbuhan 33% menjadi Rp 1,6 triliun dan sekitar 53% merupakan pembelian dari KPR. Ini relatif sama dengan tahun 2017,” kata Tulus, di Jakarta, baru-baru ini.

Kendati demikian, properti Ciputra yang banyak dibeli dengan skema KPR yaitu proyek di Maja dan Surabaya.

Maklum, penyediaan hunian ini antusias fokus di segmen menengah dengan harga dibawah Rp 1 miliar. Tulus menambahkan, segmen menengah yang biasanya lebih bankable, disebabkan pembelinya kebanyakan pembeli rumah pertama dan memiliki pendapatan tetap.

Lebih lanjut dikatakanTulus, relaksasi aturan BI akan berdampak positif terhadap penjualan properti. Masih ada aturan yang diketatkan pada tahun 2013 dan belum dilonggarkan hingga saat ini.

“Saat ini penjualan masih turun 30% dibandingkan sebelum pengetatan kebijakan dulu. Adanya relaksasi ini akan membuka peluang recovery dan penjualan properti bisa kembali seperti tahun 2013,” pungkasnya.