Suasana REI Mega Expo 2018. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Hanya melibatkan 25 pengembang properti di Kemayoran, REI membidik nilai transaksi hingga Rp.5 triliun. “Target kami sedikitnya 50 ribu orang akan berkunjung selama 10 hari pelaksanaan REI Mega Expo 2018 dengan target transaksi diperkirakan mencapai Rp 5 triliun,” ungkap Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata di JIExpo Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini.

Event DPP REI bekerja sama dengan Dyandra Promosindo untuk kedua kalinya kembali menggelar REI Mega Expo 2018 yang berlangsung dari 19-29 April 2018 di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Melalui pameran ini, puluhan peserta pengembang dengan total produk yang dipasarkan mencapai 100-an proyek properti.

Menurut Soelaeman Soemawinata, tahun ini pameran properti ini diadakan di waktu dan lokasi yang bersamaan dengan pameran otomotif yakni Indonesia International Motor Show (IlMS) 2018. Selain itu, Soelaeman menambahkan, konsep perpaduan pameran ini merupakan salah satu terobosan baru, karena baginya pameran otomotif dipadukan dengan pameran properti sangat cocok karena keduanya sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat perkotaan. “Jadi konsumen dimanjakan karena hadir di satu lokasi namun bisa melihat dua produk sekaligus yakni otomotif dan properti,” imbuhnya.

Kemudian beragam produk properti tersebut, dipamerkan di REI Mega Expo 2018 mayoritas didominasi produk-produk hunian milik anggota REI. Kendati demikian, rumah yang dipasarkan berasal dari beragam segmen mulai bersubsidi hingga non-subsidi dengan kisaran harga dari Rp 130 juta hingga Rp 5 miliar per unit.

Rumah-rumah bersubsidi menurut Soelaeman Soemawinata, memang mendapat perhatian besar dari REI karena sejalan dengan komitmen asosiasi tersebut yaitu ingin menjadi garda terdepan membangun rumah rakyat. Selama pameran berlangsung, penyelenggara telah menyiapkan sejumlah promo bagi konsumen antara lain beli rumah dapat mobil, uang muka rendah dari 1%-5%, bunga KPR/KPA rendah mulai dari 5% bertenor hingga 20 tahun, serta instant approval dari perbankan.