Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Mei 2017, ternyata baru terealisasi sebesar Rp.439 miliar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Dana sebesar itu diserap untuk 3.849 unit dari target 120 ribu unit rumah tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Lana Winayanti, dari 34 provinsi di Indonesia tercatat Papua Barat sebagai wilayah paling besar menyerap dana FLPP di lima bulan pertama tahun ini dengan nilai Rp96,19 miliar untuk 586 unit rumah.

Kemudian disusul oleh Sumatera Utara dengan 404 unit rumah (Rp38,72 miliar) dan Jawa Barat 368 unit (Rp40,17 miliar). Lana menambahkan, bantuan pembiayaan yang berasal dari pemerintah ini merupakan kewajiban pemerintah untuk menyukseskan program sejuta rumah bagi MBR yang digulirkan sejak April 2015 silam.

Selain FLPP, masih dikatakan Lana Winayanti, pemerintah juga menyiapkan SSB (Subsidi Selisih Bunga) dengan bunga terjangkau lima persen per tahun dengan tenor mencapai 20 tahun.

Selain itu juga SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka) senilai Rp4 juta untuk MBR Kelompok Sasaran, serta penyediaan pokok pinjaman KPR dengan bunga rendah lewat FLPP dengan tarif 0,3 persen per tahun dan kebebasan menentukan Besaran Uang Muka untuk perbankan.

Pelaksanaan KPR bersubsidi, masih dikatakan Lana Winayanti tetap melibatkan perbankan, baik Bank Umum maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sejak KPR FLPP bergulir sedikitnya sudah delapan Bank Umum dan 22 Bank Pembangunan Daerah (BPD) menyatakan siap melaksanakan program KPR Bersubsidi di 2017.

Secara operasional, penyaluran KPR bersubsidi dilakukan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) yang bertanggung jawab kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan.

Sejak KPR FLPP dijalankan pada 2010, secara total realisasinya mencapai hampir 500.000 unit. Sementara untuk target KPR bersubsidi pada tahun ini adalah KPR FLPP sebesar 120.000 unit dengan anggaran sebesar Rp9,7 triliun, KPR SSB untuk 225.000 unit dengan anggaran sebesar Rp3,7 triliun dan Subsidi Bantuan Uang Muka untuk 550.000 unit dengan anggaran sebesar Rp1,3 triliun.