• Inapex

    Kota Tua Semakin Nyaman Dikunjungi, Apa yang Berubah?

  • Oleh
  • Rabu, 11 Okt 2017
  • Kota Tua Semakin Nyaman Dikunjungi, Apa yang Berubah?

    Ilustrasi (Foto: anekatempatwisata)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Berbeda dengan dahulu, Kota Tua semakin nyaman dikunjungi, apa yang berubah?. Para pedagang kaki lima (PKL) beberapa tahun silam memadati beberapa sisi kawasan yang dinilai menjadi destinasi wisata internasional ini.

    Penertiban PKL merupakan tahap awal mengembalikan pesona Kota Tua. Pada Senin (5/9/2016) Pemerintah Kota Jakarta Barat diberi tugas untuk mengalokasikan semua PKL ke Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat. Lokasinya dekat dari Museum Fatahilah.

    Pada kala itu sekitar 440 PKL direlokasi. Dengan dipindahkannya para PKL, kawasan Kota Tua jadi steril. Beberapa pengunjung memanfaatkan kawasan yang sudah rapi itu untuk berswafoto.

    Tak terlihat lagi PKL yang umumnya berkeliaran menawarkan makanan dan minuman di sekitar lokasi ini. Lorong Virgin yang awalnya menjadi tempat para PKL berjualan pun telah ditutup menggunakan pagar seng.

    Tidak hanya itu, tak ada lagi kendaraan yang parkir di lorong-lorong Kota Tua. Marka penanda dilarang parkir juga telah dipasang.

    Bukannya tanpa kendala. Pemindahan para PKL sempat memunculkan protes dari berbagai pihak. PKL merasa takut dagangannya tak laku jika dipindahkan ke tempat baru.

    Konflik antara pemerintah dan PKL pecah pada Februari 2017 para pedagang dikeluarkan dari tempat relokasi sebab tempat tersebut akan ditata ulang untuk dijadikan tempat dagang permanen dan lahan parkir untuk pengunjung Museum Fatahillah.

    Baca Juga :
    Ini Alasan, Kids Jaman Now Pilih Investasi Apartemen

    Alasan dikeluarkannya para PKL tersebut tidak dipahami oleh berbagai pihak yang merasa pemerintah tak memberikan kepastian kepada para PKL.

    Setelah para PKL dikeluarkan dari lokasi relokasi, pembangunan lokasi binaan (lokbin) di Jalan Cengkeh mulai dilakukan. Pada September lalu, lokbin yang diberi nama Taman Kota Intan selesai dikerjakan.

    Lokbin ini berupa kios-kios bertembok tinggi kurang lebih 1,5 meter dengan tiang-tiang besi penyangga atap terpal. Tembok-tembok kios dicat putih dengan warna tiang dan terpal yang juga senada.

    “Di dalam kompleks PKL tersebut disediakan juga sebuah bangunan dengan sejumlah tempat cuci piring, mushala ber-AC, panggung, ruang parkir, toilet, dan pos keamanan,” jelas Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP), Nuraini Silviana.

    Pada 5 Oktober 2017 lalu, Djarot, pemimpin Jakarta meresmikan “rumah baru” para PKL Kota Tua yang menandakan Lokbin Taman Kota Intan sudah bisa digunakan.

    Setiap akhir pekan, berbagai pertunjukan seni akan digelar di lokasi ini. Tujuannya, agar para pengunjung tertarik menyambangi lokbin dan menghadirkan rezeki untuk para pedagang.

    Para PKL Kota Tua kini sudah tertata rapi. Lokbin pun menjadi salah satu daya tarik pengunjung kawasan Kota Tua. Harapannya, para pengunjung dan PKL sama-sama diuntungkan.