• Inapex

    Korsel Akan Garap Proyek Transportasi Cerdas di Indonesia

  • Oleh
  • Selasa, 14 Nov 2017
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: ist)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id –  Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan siap menggarap dan membiayai sejumlah proyek transportasi cerdas di Indonesia. Tak hanya itu, Korsel juga menawarkan pengembangan Intelligent Transport System atau sistem transportasi cerdas di jalan tol.

    Kesiapannya itu, dibenarkan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korsek Kim Hyun Mee ketika bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

    Basuki mengakui, Korsel akan mendatangkan tim ahlinya untuk menganalisis kemungkinan implementasi transportasi cerdas di jalan tol Indonesia.

    Lebih lanjut dikatakan Basuki, akan menargetkan studi kelayakan bisa dilakukan pada Februari-Juli 2018 mendatang. “Jadi tidak implementasi dulu tapi studi kelayakan dulu,” ujar Basuki.

    Basuki mencontohkan dari sistem transportasi cerdas yaitu multilane free flow di jalan tol. Negara lain yang juga menawarkan sistem ini, adalah Hungaria. Kemudian, melalui tawaran Korsel, pemerintah mendapat perbandingan harga implementasi sistem ini.

    Direktur Jenderal Bina Marga Arie Moerwanto mengatakan selain pembayaran tanpa henti, sistem tersebut akan menyediakan informasi yang memudahkan pengendara memilih rute tol.

    Pemerintah ingin pengembangan sistem seperti ini tidak dikuasai satu negara saja. “Lebih baik berkolaborasi agar (Indonesia) tidak ketergantungan,” tambah Arie.

    Dalam kesempatan itu, Kim menjelaskan Kementerian PUPR ingin mengimplementasikan sistem cerdas ini di seluruh jalan tol Indonesia. Apalagi pada tahun 2019, setidaknya terdapat 3.000 kilometer jalan tol yang beroperasi di dalam negeri. “Bapak Menteri ingin mengajak Pemerintah dan perusahaan Korsel untuk mengimplementasikan proyek ini,” ujarnya.

    Selain menawarkan sistem transportasi, Kim juga mengatakan pertemuan juga menindaklanjuti lima proyek yang telah ditandatangani sebelumnya. Kelimanya adalah penyediaan akses air minum Karian, proyek penyediaan rumah terjangkau, pengembangan kawasan Lido, Pembangkit Listrik Tenaga Air Bongka, serta Light Rail Transit Jakarta.

    Baca Juga :
    Jelang Penghujung Tahun 2017, Daya Beli Properti Kurang Maksimal

    “Tapi salah satu yang paling penting adalah Bendungan Karian yang difokuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi).” ujar Kim.

    Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan Korsel memberikan utang senilai Rp 2,1 triliun untuk  membangun saluran utama (conveyance) air dari Bendungan Karian menuju Serpong sepanjang 47,9 kilometer. Saluran ini akan mengalirkan air dari Bendungan Karian untuk masyarakat Tangerang, Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta.

    Adapun selain pinjaman, pembangunan conveyance ini juga akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kalau loannya sendiri sedang dalam pembicaraan, tahun depan akan mulai pekerjaannya,” ujarnya

    Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan untuk tempat pengelolaan air curah sebelum disalurkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan dilakukan melalui skema Kerjasama Peemrintah dan Badan Usaha (KPBU). Proyek pengelolaan air curah ini akan segera dilelang untuk swasta.

    “Namun dia (Korsel) tetap memiliki hak berupa right to match,” katanya. “Kalau untuk total investasi yakni sampai hilir di PDAM perkiraan saya bisa mencapai Rp 3,1 triliun.”

    Sri juga menjelaskan dari pengelolaan air di Serpong, air curah akan disalurkan ke DKI Jakarta dengan volume 3.200 liter per detik, Tangsel sebesar 750 liter per detik, serta kota Tangerang dengan kapasitas 650 liter per detik.