• Inapex

    Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Generasi Millennial

  • Oleh
  • Minggu, 04 Feb 2018
  •  

    Kids-Jaman-Now-2

    Kids Jaman Now (foto: google.com)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id- Saat ini, merupakan masa yang sulit bagi generasi millennial. Kepemilikan rumah masih menjadi angan-angan saja. Harga rumah yang terus naik dari waktu ke waktu menjadi salah satu hambatan bagi banyak orang untuk membeli rumah, termasuk generasi millennial. Sebenarnya, apakah mereka sudah memikirkan untuk memiliki rumah?

    Berdasarkan data situs properti UrbanIndo, pencari properti sepanjang 2017 didominasi oleh pria sebanyak 63,2% dan wanita 36,8%. Sejauh ini, minat kaum Pria terhadap property memang masih tinggi dikarenakan banyaknya pasangan muda sehingga mewajibkan pria untuk mempersiapkan rumah.

    Selain itu, diketahui uga bahwa pemborong property sepanjang ini paling banyak berasal dari DKI Jakarta dengan jumlah 45,40% disusul dari Surabaya 11,78% dan Bandung 10,22%.

    Jumlah tersebut seakan menjadi bukti bahwa banyak millennial yang sudah menyadari akan pentingnya memiliki rumah.Sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang belum mampu memiliki rumah dikarenakan berbagai macam alasan, mulai dari finansial sampai rasa ketergantungan dengan orang tua.

    Permasalahan tersebut sebenarya bisa di selesaikan dengan mudah melalui penanganan yang tepat. Apa saja kesalahan yang biasa dilakukan oleh millennial?

    Biaya Berlebih Untuk Biaya Sewa Tempat Tinggal

    Melihat faktor efisiensi dan kenyamanan, banyak millennial memilih  untuk menyewa tempat tinggal yang dekat dengan kantor dan tempat lain  yang mereka sering kunjungi. Padahal mengeluarkan dari 30% pendapatan  untuk menyewa tempat tinggal adalah suatu kesalahan yang seharusnya  dihindari.

    Sukaraja-Villages

    Sukara Villages ( Foto : armansaktiberjaya.com)

     

    Pengeluaran sehari-hari seperti biaya transportasi, belanja bulanan, tagihan listrik dan air seharusnya hanya sekitar 50% dari total pendapatan. Jadi, bila kita menambahkan uang sewa kos ataupun apartemen sekitar 30-40% dari pendapatan maka kita harus mengatur untuk mengurangi pengeluaran dari hal lain seperti pemasanga tv kabel.

     

    Tidak Memiliki Dana Darurat

     

    Dana-Darurat

    Dana darurat (foto: google.co.id)

     

    Banyak orang suka menyepelekan hal ini padahan dana darurat punya peran yang penting. Mempersiapkan dana ini dari jauh hari pastinya memiliki banyak keuntungan jika ada  keperluan mendadak, seperti jatuh sakit, membantu orang tua, terkena PHK  dan keperluan mendadak yang lainnya dana ini dapat digunakan.

    Jumlah dana darurat adalah sebesar 3-6  bulan biaya hidup yang dibutuhkan (rata-rata uang yang dibutuhkan untuk  makan, transportasi, belanja kebutuhan pokok, biaya sewa tempat tinggal,  bayar utang atau tagihan rutin).

    Sebaikanya kita mencicil dana darurat sedini mungkin, kita bisa mencicilnya sekitar 10-20% tiap bulannya yang bisa kita masukkan dalam rekening ataupun dalam pos asuransi.

     

    Utang Kartu Kredit

    Kartu-Kredit

    Kartu Kredit (foto : google.co.id)

     

    Karena kartu kredit sangat mudah untuk diperoleh dan sangat mudah digunakan, kartu kredit tampak tidak berbahaya – bahkan justru membantu. Banyak orang menggunakan kartu kredit sesekali untuk rekreasi atau untuk belanja di hari besar dan mengatur pembayaran hutangnya setiap tahun sebelum tahun berikutnya bergulir

    Baca Juga :
    7 Poin yang Harus Diperhatikan Saat Renovasi Rumah

    Banyak orang tidak mampu berhenti menggunakan kartu kredit bahkan ketika kemampuan mereka untuk membayar kembali sedang kacau. Itulah saat ketika hutang semakin bertumpuk.

    Kebanyakan kartu kredit memiliki suku bunga yang relatif tinggi. Jika kartu anda memiliki waktu pembayaran yang longgar, kemungkinan anda harus membayar lebih dari 12% bunga tahunan (jika nilai kredit Anda bagus). Jika kartu Anda berjangka pendek, Anda mungkin harus membayar bunga sekitar 20%. Jika anda terlambat membayar, Anda bisa harus membayar lebih dari 24% bunga. Bandingkan dengan hutang rumah atau mobil yang bunganya hanya sekitar 4 – 8%.

    Selain itu, kalua kita terlambat membayar atau over limit kartu kredit hal ini akan menjadi catatan yang kurang baik di masa depan ketika kita ingin mengajukan kredit lain seperti KPR. Ketika kita ingin mengajukan KPR, tentunya Bank akan mengecek riwayat perbankan kita sebelumnya dan catatan utang kartu kredit yang banyak dapat mengakibatkan gagalnya pengajuan KPR.

     

    Mengikuti Lifetsyle Agar “Kekinian”

    Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Gaya hidup merupakan frame of reference yang dipakai sesorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu.

    Generasi millennial sangat mementingkan gaya hidup. Kenapa? Karena mereka menginginkan sebuah pengakuan walaupun terkadang untuk mencapai hal tersebut harus merogoh kocek yang tentunya tidak murah.

    Travel

    Travel (foto: google.com)

     

    Hal yang paling sering dilakukan millennials adalah travelling. Millenials juga berisi anak muda dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan hal ini juga menjadi faktor tingginya pengeluaran untuk travelling. Slogan YOLO “You Only Lives Once” menjadikan millennials terus ingin mencoba hal baru seperti travelling walau menghabiskan biaya yang cukup tinggi. Jika dihitung, biaya travelling bisa mengambil sekitar 15% dari pendapatan bulanan.

    Tentunya pengeluaran atas hal tersebut bisa dialihkan untuk hal lain seperti cicilan rumah yang merupakan investasi pasti untuk masa depan.

     

    Tidak Menabung Untuk Masa Pensiun

    Anda baru saja lulus perguruan tinggi dan mendapat pekerjaan tetap, rasanya masih 30 tahun lagi Anda baru pensiun. Terlintas pikiran mengapa Anda harus menabung untuk pensiun sejak sekarang? Saya tahu bahwa menabung untuk pensiun terasa bodoh pada saat ini ketika banyak kebutuhan yang lebih mendesak seperti hutang mobil yang cukup bagus, liburan dan rumah, semua itu lebih penting di usia 20 daripada pensiun.

     

    Pensiun

    Pensiun (foto : google.co.id)

     

    Namun, buang jauh-jauh pikiran diatas. Tang ting tung hey jangan di hitung tau tau nanti kita dapat untung.. lagu tersebut mungkin terasa familiar dengan Anda, lirik lagu anak yang dipopulerkan Saskia dan Geofany ini berjudul “Menabung” mengajarkan kita sedini mungkin untuk menabung.

    Jika kita menabung sejak usia 25 tahun maka pada kurun usia 60 tahun nanti kita sudah memiliki uang pensiun dua kali lipat lebih banyak dari mereka yang baru mulai menyisihkan uang pensiun di usia 35 tahun.