Pengunjung IPEX di JCC Senayan terlihat antusias. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Untuk mendukung tercapainya target program satu juta rumah (PSR), berbagai terobosan telah dilakukan oleh para pemangku kepentingan sebagai wujud kontribusi. Diantaranya, melalui inovasi teknologi serta evaluasi kebijakan dikalangan akademisi.

“Banyak yang sudah pemerintah lakukan dalam merumahkan rakyat, tetapi mungkin masih banyak kekurangan. Kebijakan dan strategi apa lagi yang mungkin kita bisa lakukan untuk mempercepatnya?” Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Basuki, saat ini tidak ada lagi istilah ada harga ada rupa. Dengan teknologi dan produksi massal, harga produk bisa lebih murah dengan kualitas baik. “Inovasi teknologi juga dibutuhkan agar harga rumah subsidi bisa lebih terjangkau lagi dengan kualitas memenuhi standar rumah layak huni,” ujar Basuki.

Ditambahkan Basuki, kebijakan dan capaian dalam mengurangi kekurangan (backlog) rumah di Indonesia yang mencapai 11,4 juta unit pada 2015. Selain itu, Kementerian PUPR dengan pemerintah daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan, Perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya terus meningkatkan pasokan dan kemudahan akses bagi masyarakat memiliki rumah melalui Program Satu Juta Rumah.

Untuk mewujudkan tercapainya program tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk memangkas perizinan perumahan baik di pemerintah pusat maupun yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Melalui Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang Perumahan untuk MBR dan diikuti terbitnya Peraturan Pemerintah No 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah pada 29 Desember 2016, regulasi itu mendorong kemudahan dan percepatan perizinan pembangunan perumahan, serta dukungan untuk meningkatkan daya beli MBR akan rumah.

Terlepas itu, tercatat selama 9 hari pameran berlangsung, nilai transaksi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 mencapai Rp.6,9 triliun. Pameran properti yang diselenggarakan PT. Adhouse Clarion Events bekerjasama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tersebut, tercatat terbilang melampaui target.

“Dari target Rp 5 triliun, transaksi tercapai Rp 6,9 triliun untuk KPR (Kredit Pemilikan Rumah) konvensional, untuk BTN Syariah tercatat Rp 2,4 triliun,” ujar Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria kepada INAPEX.co.id, usai penutupan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut Budi Satria merincikan, total pencapaian transaksi terdiri dari KPR subsidi konvensional sebanyak Rp 547 miliar dan Rp 6,4 triliun untuk non subsidi. Sementara pada BTN Syariah, sebanyak 20 persen di antaranya merupakan KPR subsidi.

IPEX 2018 yang melibatkan 152 pengembang dengan menampilkan 868 proyek tersebar di Jabodetabek hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Selama pameran, BTN menawarkan beragam paket promo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Bank BTN.

Kemudian promo tersebut antara lain suku bunga subsidi pengembang sebesar 4,68 % fixed selama 1 tahun untuk skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Non-Subsidi. Dalam kesempatan itu, masih dikatakan Budi Satria, BTN juga menyediakan fasilitas uang muka ringan mulai dari 5 % untuk KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Non-Subsidi.

Sementara itu, Vice President PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana membenarkan tentang adanya keluhan akses sejumlah pengunjung yang ingin datang ke lokasi pameran di JCC Senayan. “Pameran kita kali ini penuh tantangan. Pertama, hujan lebat, kemudian Sabtu dan Minggu ternyata lagi diadakan persiapan Asian Games dan agak cukup mengganggu akses pengunjung,” katanya usai penutupan IPEX 2018.

Lebih lanjut dikatakan Igad Permana, IPEX 2018 yang merupakan bagian dari rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Bank BTN hanya mampu menyedot sekitar 200 ribu pengunjung. Artinya, jumlah pengunjung tersebut turun sekitar 35 persen.

Kendati demikian, Igad Permana mengaku sangat optimistis pameran properti mendatang yang diselenggarakan BTN akan kembali ramai pengunjung. Pameran serupa rencananya akan kembali digelar pada September 2018. “September akan diadakan lagi, karena ada event Asian Games yang berakhir September, kemungkinan kita akan mengadakannya mulai 22 September sampai 2 Oktober,” pungkas Igad Permana.