Kapan Indonesia Punya Pohon Palem Daun Wifi?
Pohon Palem Berdaun Wifi (Foto: allfun)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Inovasi terus dikembangkan Dubai untuk mengukuhkan kota sebagai ‘Smart City’. Salah satu inisiasi yang dilakukan yakni dengan membuat ‘Smart Palm’ atau Pohon Kelapa Pintar.

Disebut pintar, sebab pohon kelapa buah karya teknologi tersebut dilengkapi dengan kemampuan untuk memancarkan sinyal WiFi secara gratis, tempat pengisi daya, sampai pusat informasi bagi turis.

Smart Palm saat ini banyak tumbuh di kawasan pantai kota. Proyek Smart Palm dilengkapi dengan enam fungsi utama, yakni WiFi hotspot yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan turis saat berada di sekitar instalasi.

Tidak hanya itu, setiap unit Smart Palm juga dilengkapi fitur keamanan darurat, dimana ada kamera CCTV infra merah 360 derajat dan tombol darurat yang bisa langsung diakses.

Panel surya juga diposisikan pada masing-masing daunnya, sehingga memungkinkan Smart Palm untuk mengisi daya secara otonom.

Fitur layar sentuh dan aplikasi cerdas juga tersedia untuk menyajikan informasi seputar kota cerdas, situs web khusus hingga aplikasi mobile bisa diakses.

Terdapat layar digital luar ruang yang berfungsi menyediakan tampilan pesan layanan masyarakat, informasi dari pemerintah, sampai iklan komersial.

Selain itu, pohon kelapa pintar juga dilengkapi fasilitas tempat pengisian daya dan area tempat duduk. Fasilitas tersebut bahkan disebut dapat mengisi daya 2,5 kali lipat dari fasilitas umumnya.

Smart Palm ini bisa digunakan turis dan masyarakat yang berada di sekitarnya saat siang dan malam hari. Lampu LED berwarna hijau di atas ‘daun’ semakin mempercantik Smart Palm, sehingga bisa bersinar terang di malam hari.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, di Indonesia ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga kini terus dibenahi menuju operasional penuh.

Manajer Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Fauzi Abdurrahman menuturkan bahwa hingga saat ini perusahaan masih melaksanakan penyempurnaan akhir (finishing) sebelum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menjalankan uji kelayakan pada ruas tol dengan pemandangan terindah, sepanjang 17,6 kilometer ini.

“Uji kelayakan belum, karena kami masih melakukan penyempurnaan akhir,” jelas Fauzi, Selasa (1/8).

Dia mengatakan bahwa penyempurnaan akhir yang tengah dilaksanakan di sesi tiga Jalan Tol Semarang-Solo ini adalah pemasangan rambu-rambu jalan.

Setelah pekerjaan ini rampung, BPJT akan menjadwalkan dilakukannya uji kelayakan ruas tol panoramik yang menjadi bagian dari jaringan Tol Trans Jawa.

TMJ selaku pengelola ruas Tol Semarang-Solo berupaya supaya seluruh pekerjaan rampung sesuai yang dipersyaratkan. Diharapkan, pada September mendatang ruas tol Bawen-Tingkir dapat operasional secara penuh.

“Kami upayakan September ruas Jalan Tol Bawen-Tingkir akan dioperasi. Tetapi itu masih tentatif,” tutupnya.