Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Selama bertahun-tahun generasi Baby Boomers sudah menonjol di pasar jual beli properti dan membangun hunian baru di beberapa kota mandiri. Sementara itu, perlahan namun pasti, kalangan milenial semakin tumbuh besar dan mulai memiliki daya beli yang tinggi pula.

Generasi milenial dikelompokkan sebagai mereka yang lahir pada tahun antara pertengahan 80an hingga akhir 90an. Generasi ini tumbuh besar di tengah perubahan budaya dan lingkungan sosial.

Pengalaman hidup mereka tentu berbeda dengan generasi Baby Boomer yang merupakan orangtuanya. Termasuk dalam urusan mencari tempat tinggal. Milenial diklaim lebih suka tinggal di kota pinggir Jakarta daripada di tengah kota.

Menyesuaikan kebutuhan ini, PT Jaya Real Properti, Tbk. yang merupakan pengembang ikut terjun mengembangkan proyek Silk Town yang diharapkan mampu mengakomodir selera kaum milenial.

Menurut Direktur Operasional Kondominium Silk Town, Shindu Wibisono, sejak dipasarkan akhir tahun 2015 lalu, unit di apartemen ini telah laku terjual 60% dari total 869 unit. Pembelinya pun rata-rata kaum milenial dan keluarga muda yang berasal dari kawasan Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.

“Rata-rata mereka membeli untuk dihuni, yang disewakan sedikit karena Silk Town menjadi alternatif rumah di sekitar kawasan kota mandiri yang harganya sudah selangit,” jelas Shindu.

Unit apartemen dipatok dengan harga Rp.16,3 juta per m2, naik 20% dari harga perdana senilai Rp.13 jutaan/m2 atau sekitar Rp.415 juta untuk unit termurah berukuran studio 25,4 m2 dan Rp.637 juta tipe 1BR (35,34 m2).

Penjualan Naik Drastis

Respon pasar yang baik, menyebabkan apartemen tersebut terserap maksimal menjelang tutup semester pertama 2017. Berdasarkan catatan, penjualannya naik 251% ketimbang semester yang sama tahun lalu.

Tidak hanya konsep kawasan yang saling terintegrasi, respon baik pasar ini berkat inisiatif pengembang membuat jalan utama (bulevar) yang dibuat persis di depan Gedung Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdiklantas) Jl Bhayangkara yang menembus sampai ke kawasan Alam Sutera dan Graha Raya-Bintaro.

Pengembangan infrastruktur tersebut untuk memberikan gambaran kepada konsumen dan masyarakat bahwa proyek tersebut dikembangkan dengan baik, terencana dan terukur.

“Selain untuk mendukung pengembangan kawasan Silk Town, adanya akses jalan utama ROW 24 meter yang dibangun oleh JRP di atas lahan JRP ini juga semakin memudahkan mobilitas masyarakat karena sebelumnya harus menggunakan jalan lama yang hanya dua jalur, cukup macet dan sering banjir,” paparnya.

Aksesnya semakin mudah dijangkau dari seluruh penjuru kota berkat konstruksi ruas tol Kunciran-Serpong yang ditargetkan akan beroperasi tahun depan, sehingga juga bisa meningkatkan nilai investasi kawasan Silk Town.