Kabar Gembira, Siap Diluncurkan Apartemen DP 0 Persen!
Apartemen DP 0 Persen (Foto: nataproperty)

 

TANGERANGSELATAN, INAPEX.co.id, – Pengembang asal China, PT Hong Kong Kingland (HKK) siap meluncurkan apartemen terbaru The Fritz dengan uang muka atau down payment (DP) 0 Persen.

Harga apartemen tersebut senilai mulai dari Rp.350 juta atau Rp.17 juta per meter persegi dan segmennya bagi masyarakat kelas menengah.

The Fritz adalah bagian dari Kingland Avenue, properti multifungsi yang dikembangkan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Direktur Marketing Kingland Avenue, Bambang Sumargono, mengatakan bahwa untuk memperoleh fasilitas DP 0 Persen, konsumen harus mempunyai nomor urut pembelian (NUP) lebih dulu.

“Kami menyiapkan NUP untuk 1.000 unit dengan luas minimal 21-28 meter persegi,” imbuh Bambang kepada pers, Rabu (4/5).

HKK menawarkan pilihan pembayaran beragam yang dapat dipilih konsumen. Di antaranya ialah yang dapat diakses dengan DP 0 Persen yaitu tunai bertahap 12 kali tanpa bunga.

Tidak hanya itu, konsumen juga bisa mengakses The Fritz dengan tunai bertahap 24 kali dan 36 kali atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Menurut ilustrasi pembayaran yang diterima pers, untuk tunai bertahap 12 kali, pembeli akan dibebani pembayaran sebanyak Rp.31,6 juta per bulan dengan harga unit Rp.385 juta.

Sedangkan untuk tunai bertahap dengan cicilan 24 kali, DPnya sebesar Rp.5 juta. Pembeli dapat mengangsur Rp.3 juta per bulan dari harga unit Rp.381 juta.

Adapun bagi yang memilih fasilitas KPA dengan tenor 5 tahun. Cicilan yang mesti dibayar konsumen ialah senilai Rp.7,7 juta per bulan. Biaya tersebut di luar DP dan administrasi serta biaya provinsi KPA.

Sedangkan untuk fasilitas KPA 10 tahun dan 15 tahun, cicilannya sekitar Rp.4,6 juta dan Rp.3,6 juta per bulan.

The Fritz terletak di area pengembangan Kingland Avenue dengan luas 2,2 hektar. Tidak hanya apartemen, HKK juga akan membangun mal, kantor, dan kondotel.

Apartemen pertama yang dibangun ialah The Venetian dengan total 600 unit. Sekarang, penjualan apartemen ini sudah 70 persen.

HKK masuk ke Indonesia dengan menggandeng dua mitra lokal, yaitu PT Perkasa Internusa Mandiri dan PT Growth Asia.

Perlu diketahui, masa-masa perlambatan pasar properti Indonesia, terutama kawasan Jabodetabek, sebagai pasar acuan dinilai sudah berakhir.

Hal tersebut dibuktikan dengan nilai transaksi di pasar primer, dan sekunder pada kuartal I tahun 2017 yang memperlihatkan pertumbuhan signifikan secara tahunan.

Indikasi kuat lainnya ialah optimisme pengembang yang sudah berani mematok pertumbuhan target penjualan lebih tinggi dengan rentang pertumbuhan 15 persen sampai 50 persen.

“Jadi, masa-masa suram telah berakhir sejak akhir 2016 lalu,” tutup Untung.