Kabar Gembira Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan!
BPJS Ketenagakerjaan (Foto: liputanindonesianews)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kontribusi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam mendukung program Satu Juta Rumah semakin nyata. Ini menjadi kabar gembira bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah meluncurkan KPR BTN Mikro bagi pekerja informal pada akhir Februari lalu, Bank BTN saat ini fokus menyasar segmen pekerja lebih luas lagi, khususnya pekerja yang sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK).

Untuk merealisasikan program pembiayaan perumahan untuk peserta, Bank BTN dan BPJS-TK setuju menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait penyediaan layanan dan jasa perbankan dalam rangka pemberian manfaat layanan tambahan dan manfaat lainnya berupa fasilitas pembiayaan perumahan.

“Sebagai bentuk sinergi dalam PKS kami akan memberikan fasilitas pinjaman uang muka, kredit pemilikan rumah, dan kredit renovasi rumah kepada peserta BPJS ketenagakerjaan,” tutur Direktur Utama Bank BTN, Maryono.

Dalam PKS yang ditandatangani Maryono bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan bahwa pinjaman uang muka hanya diperuntukan kepada peserta yang berhak menerima KPR Subsidi dengan tenor 15 tahun, dan belum mempunyai rumah dengan nilai pinjaman maksimal 1%.

Bank BTN juga setuju menyalurkan KPR ke peserta BPJS-TK dengan nilai kredit maksimal Rp.500 juta, rumah tapk dengan tenor 20 tahun dan rumah susun selama 15 tahun.

Sedangkan untuk pinjaman renovasi rumah, BTN siap mengucurkan dana segar hingga Rp.50 Juta dengan tenor cicilan 10 tahun.

Penetapan bunga pinjaman juga kompetitif, seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Persyaratan dan jenis layanan manfaat layanan tambahan dalam program Jaminan Hari Tua.

Ketiga fasilitas ini, tingkat bunga yang ditetapkan ialah bunga acuan (7-Days Reverse Repo Rate) ditambah 3 persen.

“Bunganya sekitar 7,75% jika mengacu pada 7-days reverse repo rate bulan ini. Angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan bunga KPR komersil yang ada di kisaran 9%,” imbuhnya.

Persyaratan untuk meraih fasilitas pembiayaan ini, tercantum juga dalam Permenaker No 35 tahun 2016, diantaranya jangka waktu minimal kepesertaan yakni 1 tahun, dan disertai bentuk agunan atau jaminan misalnya sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangun untuk kredit renovasi.

“Persyaratan lainnya yaitu perusahaan harus tertib membayarkan iuran JHT karyawannya,” tambah Maryono.

Dengan sinergi antara Bank BTN dan BPJS TK, Maryono optimis Bank BTN mampu mencapai target penyaluran KPR.

Pada tahun ini, BTNmenargetkan dana KPR subsidi untuk 180 ribu-200 ribu unit rumah, dan KPR non-subsidi sekitar 80 ribu unit rumah.

Target ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun lalu hanya 159 ribu unit KPR subsidi dan 49.965 unit KPR non subsidi.

“Dengan berbagai produk KPR yang telah kami luncurkan, target pertumbuhan total kredit tahun ini diproyeksikan mencapai 21 persen,” jelasnya.