Ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ini merupakan kabar baik bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), bisa memanfaatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk bayar down payment (DP) atau uang muka rumah.

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang kurang bisa mengatur THR bahkan lebih boros jika tak mampu mengelola dengan baik saat dibulan Ramadhan sampai Lebaran tiba.

Apalagi di bulan Ramadan 2018, para PNS tak hanya menerima THR saja melainkan terdapat tambahan gaji ke-13 yang dibayarkan secara bersamaan.

THR dibayarkan dalam bentuk tunjangan keluarga, tunjangan kinerja (tukin), serta tunjangan tambahan di luar gaji pokok. Kemudian, gaji ke-13 mencakup tunjangan keluarga, tunjangan umum, tunjangan kinerja, dan tunjangan jabatan.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Andy Nugroho menjelaskan, jika ingin menggunakan THR dan bonus untuk DP rumah yang harus dipahami yaitu memiliki rumah dan merayakan Lebaran keduanya merupakan kebutuhan besar.

Berbeda kasus apabila THR dan bonus yang diterima cukup besar, tentu kebutuhan tersebut bisa lebih ringan. Akan tetapi jika jumlahnya terbatas, maka mau tidak mau harus ada yang dikorbankan agar bisa terpenuhi salah satunya.

Bila keinginan memiliki rumah sangat besar, maka perayaan Lebaran sebaiknya tidak memakan banyak biaya. Terlebih rumah merupakan kebutuhan primer sehingga harus diprioritaskan ketimbang kebutuhan lainnya.

“Kalau di kondisi itu, saya tentu lebih memilih rumah. Alasannya, penawaran rumah dengan harga dan lokasi yang cocok bisa jadi tidak selalu ada. Jadi mumpung ada kesempatan sebaiknya segera diambil,” jelasnya.

Benar saja, di Ramadan 2018 banyak pengembang yang memberikan diskon dan promo menarik, bahkan ada yang memberi penawaran beli rumah tanpa DP.

Andy menyarankan, bagi karyawan swasta maupun PNS dengan kisaran gaji Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan, maka sebaiknya memilih rumah harga Rp300 juta hingga Rp400 juta agar mendapat DP yang sesuai.

“Kalau bisa bayar DP lebih besar misal 30%, agar nanti cicilannya lebih ringan. Tetapi THR dan bonus jangan dijadikan patokan. Karena kan datangnya hanya setahun sekali. Yang harus jadi patokan justru gaji yang diterima secara rutin,” ujarnya.

Sebagai simulasi seperti dihitung melalui Kalkulator KPR, apabila gaji per bulan mencapai Rp7 juta dan bisa menyisihkan 20%-nya secara rutin, maka dalam waktu satu tahun uang DP yang terkumpul sebesar Rp16,8 juta.