Ilustrasi suasana pameran Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi suasana pameran Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Jika seorang nasabah meninggal dunia, begini nasib Kredit Pemilikan Rumah (KPR)nya, seperti halnya rejeki, jodoh, bahkan ketika maut menjemputpun tak ada manusia yang mengetahui kapan bakal terjadi.

Inilah sudah menjadi takdir dan hanya Tuhan Maha mengetahui terhadap peristiwa itu. Gambaran itu merupakan salah satu contoh fungsi dan manfaat menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pilihan masa tenggang waktu pembayaran.

Bahkan melalui fasilitas itu nasabahnya untuk diperbolehkan membayar cicilan sampai 25 tahun. Kemudian, diperjalanan masa pembayaran, bisa saja maut tiba-tiba menjemput nasabah serta meninggal dunia. Apabila persoalan ini terjadi, bukan berarti cicilan KPR lantas hangus dan dianggap lunas. Namun bukan berarti juga utang secara otomatis diberikan kepada ahli waris. Inilah kategori

Meninggalnya nasabah pengguna KPR tersebut, tidak suatu masalah yang harus dipusingkan. Sebenarnya persoalan ini dapat diselesaikan melalui pemahaman kebijakan bank dan kesepakatan antara bank dan nasabah sebelum akad kredit berlangsung.

Kendati demikian, biasanya nasabah akan memperoleh sejumlah kebijakan, diantaranya seperti:

Jika cicilan lancar dan memiliki asuransi jiwa KPR

Bagi Nasabah yang memiliki catatan pembayaran yang baik serta tidak melakukan tunggakan ketika masa pembayarannya dan memiliki asuransi jiwa dibayar oleh nasabah, maka nasabah itu berhak atas klaim kematian. Dengan berarti pinjaman tersebut yang bisa dikatakan lunas.

Jika cicilan lancar dan tidak memiliki asuransi jiwa KPR

Kemudian untuk Nasabah yang memiliki catatan baik saat melunasi utang setiap bulannya, tapi tidak memiliki asuransi jiwa, maka saat meninggal, utang KPR yang ada padanya harus tetap dilunasi. Sisa utang KPR akan dilimpahkan kepada ahli waris nasabah tersebut.

Jika cicilan macet

Sementara itu, untuk Nasabah yang pernah mengalami tunggakan bahkan cenderung tergolong pada kredit macet, maka utang KPR harus tetap dilunasi oleh ahli waris ketika nasabah meninggal dunia.

Terkait persoalan itu, pada dasarnya bank menawarkan perlindungan jiwa pada setiap nasabahnya. Perlindungan jiwa atau asuransi ini bersifat untuk melindungi nasabah akan peristiwa buruk yang bisa saja terjadi menimpa nasabah.

Oleh sebab itu, sebaiknya nasabah mencari tahu secara pasti sistem dan kebijakan asuransi jiwa yang ditawarkan sebelum melakukan akad KPR guna mengurangi beban utang ketika nasabah meninggal dunia.

Untuk itu, ketika mengajukan KPR jangan lupa sertakan asuransi jiwa dan lakukan perhitungan terperinci. Asuransi jiwa bisa melindungi keuangan dan mengurangi beban pembiayaan yang bisa saja terjadi pasca nasabah meninggal dunia.