• Inapex

    Jelang Akhir 2017, Pengembang di Jawa Tengah Masih Optimis

  • Oleh
  • Rabu, 15 Nov 2017
  • Syarat Dalam Sertifikat Laik Fungsi Rumah Subsidi Harus Dikontrol

    Ilustrasi (Foto: rumahdijual)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Menjelang berakhirnya tahun 2017, beberapa pengembang perumahan di kota Semarang, Jawa Tengah, dan sekitarnya mengeluhkan menurunnya minat beli konsumen terhadap property.

    Penurunan daya beli masyarakat ibukota Propinsi Jawa Tengah terhadap properti, menurut Marketing Manager Perumahan Graha Padma Semarang, Nurwindhia Buntario, terasa sejaktriwulan pertama hingga memasuki tri wulan ketiga yang berada pada kisaran antara 20 hingga 50 persen.

    ”Tren penurunan kami taksir 20 hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. Tapi sebenarnya itu juga sudah mulai kelihatan sejak tahun lalu,” ujar Marketing Manager Perumahan Graha Padma Semarang, Nurwindhia Buntario.

    Namun, lanjut Nurwindhia, penurunan daya beli pada sektor properti itu sifatnya hanya sementara. Perumahan Graha Padma saat ini tidak henti-hentinya menggelar berbagai event untuk menarik minat konsumen.

    Dirinya yakin, kalau di tahun depan mulai ada peningkatan kembali minat masyarakat. Karena jika di lihat kondisi penurunan minat beli masyarakat terhadap dunia property sekarang ini di sebabkan sejumlah factor. Salah satunya pasang-surut suhu politik mengambil peran besar dalam hal itu.

    ”Di Indonesia gejolak politik pasti berdampak pada sektor ekonomi. Tax amnestytahun ini juga menjadi faktor yang menyebabkan konsumen lebih berhati-hati dalam membeli properti,” terang Nurwindhia.

    Baca Juga :
    Pemkot Madiun Bangun Dua Menara Rusunawa MBR

    Hal senada diungkapkan General Manager Project Citraland BSB City Jatmiko Arif Wibowo. Katanya, tren penurunan minat pembeli dunia property ini, hanya akan bersifat kontinyu.

    “Momennya diprediksi hanya akan sampai Pilkada 2018 usai. Meski demikian, perusahaan kami akan terus berupaya menggenjot daya beli masyarakat terhadap sektor properti. Selain itu, konsumen juga sedang terfokus dengan liburan menjelang akhir tahun 2017. Tentunya, akan menyedot anggaran yang tidak sedikit untuk berlibur,”ujar Jatmiko.

    Jatmiko menambahkan, hingga akhir Oktober lalu, penjualan Citraland BSB City mencapai nilai sekitar Rp 140 miliar. Rumah yang mereka tawarkan berkisar Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar. Dari sekian nominal omzet, telah terjual sekitar 105 unit selama 10 bulan terakhir.