Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sebagai ajang promosi dan transaksi Indonesia Properti Expo ((IPEX) 2017, optimis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bakal diserbu berbagai kalangan konsumen. Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang terus bertambah sangat berpengharuh terhadap meningkatnya kebutuhan hunian.

“Hal itu memicu terjadinya backlog penyediaan berbagai jenis produk real estate nasional, terutama di kota-kota besar,” kata Direktur Utama PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Soedirman Zakaria, sekaligus sebagai penyelenggara IPEX 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, pelonggaran aturan loan to value (LTV) berdampak pada kredit properti yang diprediksi akan semakin terasa tahun depan. Alasan itulah yang membuat sejumlah bank merasa optimis pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) akan jauh lebih tinggi.

Hal senada juga dikatakan pengamat properti Toerangga Putra, terkait sejumlah bank pemain KPR bahkan berani menjamin pertumbuhan KPR hingga dua digit di tahun 2017. “Dikalangan perbankan itu mentargetkan pertumbuhan KPR hingga 10% ditahun 2017 nanti,” ungkap pengamat properti Toerangga Putra.

Menurutnya, sejak relaksasi LTV dikeluarkan Agustus 2016 lalu, penyaluran KPR terus meningkat serta mampu mencetak pertumbuhan bulanan dua kali lipat.

Selain karena LTV, masih dikatakan Toerangga Putra pendiri portal berita properti dan investasi tersebut, bahwa KPR tumbuh juga karena strategi harga. “Demi memenuhi target, dikalangan perbankan juga akan menerapkan strategi cross selling,” katanya.

Kemudian, bank penyalur KPR tersebut juga akan meningkatkan kerjasama pemasaran dengan pedagang perantara atau broker properti. “Seperti yang dilakukan sejumlah bank lain, pihak managemen akan menerapkan strategi, yaitu melalui sisi suku bunga dan kemudahan proses,” jelas Toerangga.

Terlepas itu, hunian layak huni sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat di Indonesia. Padatnya aktifitas sehari-hari, tentu sangat sulit untuk menyempatkan waktu mencari rumah murah.

Apalagi harus rela mendatangi sejumlah lokasi proyek perumahan di beberapa daerah yang menjadi lokasi pilihan. Bagi Anda khususnya pasangan muda yang baru menikah serta ingin sekedar mendapatkan informasi tentang rumah murah, saat ini tidak perlu lagi mendatangi sejumlah lokasi proyek perumahan.

Namun untuk efisiensi waktu, Anda cukup mendatangi sejumlah agenda pameran properti Indonesia. “Dalam sebuah pameran tentunya akan melibatkan ratusan pengembang yang menjadi peserta dari berbagai daerah. Jadi tidak perlu konsumen keliling daerah hanya untuk mencari rumah, tapi cukup datang di pameran perumahan itu semua lokasi tersedia. Termasuk informasi tentang harga dan lokasi strategis,” kata Helmi marketing pameran Indonesia Properti Expo, saat ditemui INAPEX.co.id, di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, seiring program satu juta rumah yang telah dicanangkan pemerintah, banyak hunian murah yang ditawarkan hingga semua kalangan dipermudah untuk memiliki rumah sendiri.

“Apapun profesinya, karyawan maupun PNS. Nah, bagi Anda saat ini lagi butuh informasi rumah murah berlokasi di Indonesia bisa ditemui di pameran Indonesia Property Expo yang akan berlangsung mulai 11 – 20 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) mendatang,” tambah Helmi.

Kemudian, soal harga tak perlu dikhawatirkan, karena dengan budget Rp 100 – 200 jutaan pengunjung pameran bisa memiliki rumah. “Tak hanya itu dipameran properti para pengunjung juga bisa mencari untuk investasi. Mulai dari rumah mewah, apartemen, kondotel, dan sejumlah perkantoran dilokasi startegis,” ujar Helmi.