Investor tertarik kembangkan bisnis properti. (Foto: Istimewa)

 

MANADO, INAPEX.co.id – Investor ternyata sangat memanfaatkan peluang bisnis properti di Kotamobagu, Manado. Direktur PT Wisesa David Pardede membenarkan tentang keinginannya untuk mengembangkan bisnis perumahan dikawasan Kotamobagu.

Kendati demikian, David Pardede mengaku baru satu kali berkunjung, tapi rupanya pengusaha asal Medan itu menilai bisnis properti sangat berpeluang.

“Saya butuh lahan tiga ribu hektare. Saya punya keinginan untuk membuka bisnis properti di Kotamobagu. Saya menilai bisnis properti masih sangat berpeluang di sini,” kata David, dalam kegiatan bertajuk ‘Semalam Bersama Investor’ yang digagas Pemkot Kotamoabagu, baru-baru ini.

Menurut David Pardede, ketertarikannya terhadap investasi disektor properti tersebut karena dinilai Kotamobagu sebagai daerah tujuan dari lima daerah yang ada di Bolaang Mongondow Raya.

Tak hanya itu, masih dikatakan David, Kotamobagu merupakan daerah dengan masih memiliki ketersediaan lahan. “Berbeda dengan daerah lainnya, yang harus bangun gedung bertingkat. Sementara kondisi lahan yang tidak memadai. Tetapi, di Kotamobagu masih banyak lahannya yang kosong,” ucapnya.

Lanjutnya, jika ketersediaan lahan cukup, pihaknya akan membangun 300 unit perumahan. “Untuk tahap pertama kami siap 300 unit,” kunci Pardede. Terkait rencana tersebut, Wali Kota Ir Tatong Bara meminta dinas terkait agar jangan persulit pelayanan. “Pengurusan perizinan harus dipercepat, asalkan semua persyaratannya lengkap,” singkat Tatong.

Terlepas soal investor itu, pola hunian berimbang akan diterapkan di Kota Baru Publik Maja dengan melibatkan pemerintah, pengembang dan stakeholder. Bahkan komitmen pemerintah tersebut juga telah disepakati melalui pola hunian yaitu, 1 rumah mewah, 2 rumah menengah dan 3 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Pola ini harus dipenuhi. Kita proyeksikan (Kota Baru Maja) dapat menampung 1,1 juta penduduk pada 2035, atau sedikitnya 600 ribu jiwa merupakan MBR,” ungkap Hermanto Dardak, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), di Jakarta.

Keterpaduan Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Wilayah, masih dikatakan Hermanto Dardak, dalam Pengembangan Kawasan Perkotaan PKN/PKW hingga saat ini masih konsisten di Kota Baru Publik.

Kota Baru Maja berlokasi diatas lahan seluas 18.000 hektar juga direncanakan mempunyai 30% dari Ruang Terbuka Hijau (RTH), jaringan jalan 20 persen, fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) 15 persen.

Kota Baru Maja kedepan diharapkan menjadi kota satelit mandiri, masyarakat penghuni bisa bekerja ditempat. Oleh sebab itu, dikatakan Hermanto, akan dikembangkan techno park sebagai kawasan pengembangan bisnis untuk mendukung konsep kota satelit mandiri. Untuk mewujudkan itu, Pemerintah memberikan dukungan infrastruktur diantaranya seperti akses jalan dan sumber air bersih.

Hermanto menambahkan, direncanakan tahun depan jalan dari Pamulang menuju Maja sudah mulai dibangun serta menjadi kewajiban pengembang.