Amanah Residence. (Foto:PT.WP)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Inilah proyeksi dari kalangan developer terhadap bisnis properti di Tahun 2018. Apalagi, saat ini banyak spekulan menilai ditahun politik tak sedikit investor harus menahan diri beli properti hingga menunggu kondisi musim pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak usai berlangsung. Namun, tidak demikian yang diungkapkan pengembang hunian di kawasan Maja, Lebak Banten ini.

Koordinator Marketing PT. We PRO Endang Murniwati sekaligus sebagai pengembang perumahan Amanah Residence menilai, untuk perumahan midle up bisnis properti sejak pertengahan tahun 2017 diakui sudah menurun. Kendati demikian, ditahun 2018 ini kalangan developer tetap optimis penjualan perumahan kalangan menengah tetap diminati masyarakat. “Tetapi untuk perumahan yang kelas menengah ke bawah lebih diminati oleh masyarakat. Semua bisa terjadi perunahan membaik ditahun ini, dengan cara promosi lewat pameran maupun iklan,” kata Endang Murniwati saat dihubungi INAPEX.co.id melalui pesan elektronik, baru-baru ini.

Selain itu, masih dikatakan Endang Murniwati, untuk kenaikan harga dalam tiga tahun kedepan tetap optimis akan terjadi peningkatan. “Karena kebutuhan rumah tidak bisa dihindari. Hanya pengembang harus waspada saat melirik dan melihat lokasi mana yang mudah dan gampang transportasi,” tambahnya.

Melalui pameran IPEX 2018 pengembang PT. We PRO ini bakal memasarkan proyek Perumahan Islami 10% bebas riba. Untuk pengunjung yang datang dipameran IPEX di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dapat memiliki hunian di Amanah Residence dengan beragam jenis type. Diantaranya, type 22/36, type 22/60, dan type 55/72 2 lantai.

 

Dani P.Tungga Dewi.  (Foto: dok.inapex)

 

Secara terpisah, rasa optimis terhadap pertumbuhan bisnis properti juga dilontarkan pengembang Metro Residence. Marketing Communication Metro Residence Dani P.Tungga Dewi menilai, ditengah kondisi ekonomi global yang yakini akan memburuk, ternyata tidak serta merta berdampak pada penjualan properti di Indonesia. Apalagi, kebijakan pemerintah melalui penurunan suku bunga KPR dinilai sangat membantu dikalangan konsumen properti.

“Kebijakan pemerintah melalui penurunan suku bunga KPR kami mengakui cukup membantu penjualan serta bisa melonggarkan bagi konsumen properti. Apalagi pemerintah juga mulai mempermudah disektor perizinan, jadi cukup membantu pengembang untuk menyediakan rumah layak huni,” ujar Dani P.Tungga Dewi, di Marketing Gallery Jl. Raya Jakarta – Bogor KM. 49, Sentul, Bogor, baru-baru ini.

Kendati demikian, Dani juga membenarkan proyeksi bisnis properti di Indonesia akan terus membaik ditahun 2018 ini. “Saya sangat optimis penjualan akan terus meningkat, seiring pembangunan infrastruktur disejumlah wilayah itu juga berdampak positif,” pungkas Dani.

Metro Residence merupakan salah satu proyek yang bakal dipasarkan di IPEX 2018 dengan menawarkan sejumlah fasilitas dan model rumah sesuai keinginan pasar. Diantaranya, Bougainvillea type 55/90, Azallea Type 45/90, Dahlia Type 79/90, Euthalia Type 69/144, Fiorella Type 96/147, Lavender B Type 36/90, Carnation Type 49/90, Edelweis Type 62/105, Rose Type 99/105, dan Flamboyant Type 84/90.

Hunian ini juga bisa diperoleh di booth No.106 pameran IPEX 2018 yang berlangsung 03 – 11 Februari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,  dilengkapi sejumlah fasilitas untuk anak bermain, belajar, dan bersosialisasi dengan lingkungan serta sarana olahraga. Untuk mendapatkan unit rumah ini, bisa juga melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan uang muka 10% dan sisanya dapat diangsur 5x per bulan.