Inilah Manfaat Proses Jual Beli Melalui Notaris
Proses Jual Beli Melalui Notaris (Foto: rk)

INAPEX.co.id. – Jasa notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) sangat dibutuhkan dalam proses jual beli properti.

Pertolongan PPAT merupakan keharusan, pasalnya keduanya mempunyai kewenangan dalam menangani sejumlah dokumen dan legalitas transaksi.

Para kosumen dapat menengok contohnya pada beberapa syarat pengurusan sertifikat sampai dengan transaksi.

Di dalamnya tertera yang mengharuskan untuk menyangkutkan notaris atau PPAT agar mudah dan aman dalam proses jual beli properti.

Konsumen terkadang masih bingung untuk membedakan keduanya, lantaran nama tersebut kerap terlihat menyatu, baik dalam lampiran persyaratan atau kantor yang terkadang bertuliskan jasa notaris/PPAT di satu tempat.

Perbedaan Notaris dan PPAT

Berasaskan wewenang, notaris merupakan pejabat umum yang memiliki tugas mengerjakan akta otentik atau tugas lain yang sudah ditetapkan perundang-undangan.

Kewenangan ini ditata dalam UU No 30/2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN), meliputi:

  • Membuat akta otentik tentang perjanjian atau pun ketetapan
  • Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat
  • Mencatat surat-surat yang dibuat di bawah tangan
  • Membuat salinan dari surat-surat asli
  • Melakukan pencocokan salinan dengan surat asli
  • Membuat akta jual beli dan sertifikat tanah

Dengan demikian, area kerja notaris berada di kawasan hukum privat, mengerjakan pembuatan akta atau perjanjian antar warga, warga dengan lembaga, dan warga dengan pemerintah.

Perjanjian tersebut berhubungan dengan pertanahan, kekeluargaan, atau perkawinan.

Sementara itu untuk PPAT area tugasnya bersinggungan dengan notaris. Perlu dimengerti bahwa seorang PPAT bukanlah notaris, begitupun sebaliknya.

Pihak yang membawa notaris dan PPAT juga berbeda. Notaris diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM, sedangkan PPAT diangkat Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Untuk payung hukumnya, wewenang PPAT berpatokan pada Peraturan Pemerintah No37/1998 tentang Kabatan PPAT.

Ketentuan tersebut menjelaskan bahwa PPAT adalah pejabat umum yang memiliki wewenang dalam membuat akta yang berhubungan dengan perbuatan hukum tertentu atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun.

Hal ini tentu bisa disimpulkan bahwa wewenang PPAT lebih sedikit daripada notaris.

Notaris atau PPAT?

Pilihan tersebut umumnya berhubungan dengan harga jasa yang wajib dibayar. Lebih ekonomis memakai jasa notaris atau PPAT?

Melakukan pengurusan dokumen ke notaris atau PPAT tidak terlalu berbeda. Ini dikarenakan negara yang telah mengutus keduanya sebagai pihak yang memiliki wewenang, termasuk aturan honor jasa.

Praktiknya, notaris atau PPAT dapat memungut biaya lebih banyak dari ketentuan. Hal tersebut difaktorkan karena sejumlah kondisi.

Contohnya, di suatu kawasan mempunyai jumlah notaris atau PPAT cukup sedikit. Maka dari itu, notaris dan PPAT condong jual mahal, daripada daerah lain yang total notaris dan PPAT cukup banyak.