• Inapex

    Inilah Daftar Pengembang yang Bakal Jual Rumah Murah

  • Oleh
  • Kamis, 21 Des 2017
  • Mulai Rp.133 Juta, Intip Yuk Daftar Rumah Murah di Pameran IPEX 2017 !

    Ratusan pengembang rumah murah bakal diserbu pengunjung di Pameran IPEX 2018.  (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati Pemerintah optimis industri properti tahun depan akan membaik seiring kondisi perekonomian saat ini, namun program fasilitas pembiayaan properti juga masih akan ditingkatkan. Hingga dipenghujung tahun 2017 diperkirakan KPR Bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menyasar 21.000 unit rumah, Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk 140.000 unit rumah, dan Bantuan Uang Muka (BUM) 160.000 unit rumah.

    Kemudian, dalam rangka mendukung program satu juta rumah serta memfasilitasi penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sejumlah pengembang akan menampilkan ratusan proyek perumahan baru dengan harga terjangkau.

    Berikut daftar pengembang yang ikut sebagai peserta pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) pada 03 – 11 Februari 2018, khusus di area Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan;

    • Pengembang Riskon
    • Pengembang Dramaga Cantik
    • Pengembang Nuansa Alam Cilebut
    • Pengembang Grand Bintaro
    • Pengembang Apartemen Bintaro
    • Pengembang Grand Malaka Village
    • Pengembang Tata Bumi Lestari
    • Pengembang Baruna Nusa Mandiri
    • Pengembang Grand Pesona
    • Pengembang Gading Development
    • Pengembang Kusuma Agung Selaras
    • Pengembang Mitra Warga Sejahtera
    • Pengembang Tata Bumi Persada
    • Pengembang Perumnas
    • Pengembang Mitra Bening Lestari
    • Pengembang Mega Properti
    • Pengembang Daun Karya Agung
    • Pengembang Midas
    • Pengembang Karya Makmur
    • Pengembang Syaha Tana
    • Pengembang Freeland
    • Pengembang Dharmawangsa Residence
    • Pengembang Budi Mustika
    • Pengembang Aquila Land
    • Pengembang Samara
    • Pengembang Metro Residence
    • Pengembang Relife
    • Pengembang Pimamas
    • Pengembang Aquila
    • Pengembang Nusa Land
    • Pengembang Avindo
    • Pengembang Bina Karya Mandiri
    • Pengembang Greend Pramuka
    • Pengembang Botani Village
    • Pengembang Cilebut Residence
    • Pengembang Pendawa Properti Indonesia
    • Pengembang Mampang Residence
    • Pengembang Madani Kreasi
    • Pengembang Chadstone
    • Pengembang The Green Hill
    • Pengembang Apartemen Cimanggis City
    • Pengembang Gangnam Districk
    • Pengembang Cempaka Residence
    • Pengembang Pusaka Mas Bandung
    • Pengembang Pasific Garden Style
    • Pengembang Ristia
    • Pengembang Grand Delima
    • Pengembang Sawangan Green Park
    • Pengembang Orchad Garden
    • Pengembang Artha Putra Prima
    • Pengembang Emesen Property
    • Pengembang Pikko
    • Pengembang Arya Lingga Manik
    • Pengembang Permata Hijau Apartemen
    • Pengembang Timah
    • Pengembang Gardens Graha Sawangan
    • Pengembang Parabi Global
    • Pengembang Citayam Residence
    • Pengembang Risky Andri Perkasa
    • Pengembang Gladiola
    • Pengembang Buana Media Nusantara
    Baca Juga :
    Menanti Pameran IPEX 2018, Ini Jenis Properti yang Dicari Pengunjung

    Sementara itu, untuk tahun depan diperkirakan bantuan KPR bersubsidi tersebut Pemerintah akan meningkatkan hampir dua kali lipat dari sisi jumlah unit dari realisasi 2017. Kemudian, alokasi bantuan pembiayaan perumahan FLPP ditargetkan 42.000 unit, SSB ditargetkan 225.000 unit dan BUM ditargetkan 344.500 unit untuk 2018.

    “Kondisi perekonomian di tahun depan juga diprediksi akan mendukung pertumbuhan industri properti. Pertumbuhan ekonomi tahun depan optimis mencapai 5,4% dengan tingkat inflasi 3,5% diyakini salah satunya disumbang dari sektor properti,” ujar Igad Permana Managing Director – ‎PT. Adhouse Clarion Event saat dihubungi INAPEX.co.id, Kamis (21/12).

    Lebih lanjut dikatakan Igad Permana, pertumbuhan tersebut tentunya akan berdampak positif disektor properti yang memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia. “Tentunya hal ini akan meningkatkan tingkat pasokan dan permintaan sektor properti. Selain kondisi ekonomi global, faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan yaitu sektor perumahan yang juga mendorong sektor lainnya,” pungkasnya