Dramaga Bogor, Masih Ada Rumah Minimalis Rp.133 Jutaan
ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Masyarakat millenial banyak beranggapan jika membeli properti hunian yang di bangun oleh developer atau pengembangnya, maka merupakan langkah praktis. Karena generasi millenial ini pola memilih tinggal jadi. Terlebih jika pengembangnya cermat memilih lokasi dan menawarkan desain bangunan rumah yang tampak estetik.

Maka tidak bisa di salahkan kalau banyak masyarakat rela membayar tunai sebuah unit properti rumah hunian tempat tinggal, bahkan tidak sedikit yang melunasi padahal bangunan perumahan tersebut belum jadi dan siap di huni atau dengan istilah indent. Hal semacam ini banyak di lakukan orang    pencari hunian rumah tinggal, karena biasanya properti indent dijual dengan harga yang lebih murah daripada unit siap huni. Dan seiring berjalannya waktu, meski rumahnya belum jadi, harganya dipastikan akan terus naik.

Sementara itu, bagi pengembang properti dengan cara inden semacam ini akan meringankan biaya biaya konstruksi pembangunan. Pasalnya, sebagian biaya pembangunan akan di tanggung pihak konsumen. Sedangkan bagi konsumen cara pembelian rumah dengan sistem indent akan memberikan keleluasaan untuk memodifikasi rumah dari floorplan hingga design yang di tawarkan oleh pihak pengembang itu sendiri.

Sisi negatif dari cara pembelian rumah sistem indent adalah:

  1. Pembeli tidak bisa langsung menempati rumahnya.
  2. Biasanya terjadi perbedaan mencolok antara design rumah dengan bentuk asli setelah di bangun, apalagi biasanya dalam brosur terpampang pernyataan: “Gambar di atas adalah ilustrasi. Perubahan dan penyesuaian mungkin terjadi.”
  3. Resiko durasi waktu pembangunan rumah yang lebih lama dari pembangunan rumah secara kolektif. Bahkan lebih parafnya lagi adalah pengembangan atau developer melarikan diri tidak bertanggungjawab.

Tapi sebetulnya tidak perlu takut membeli rumah indent, apalagi sebagian besar pengembang memang. Lebih mengedepankan penawaran pembangunan kapling yang dipasarkan dengan cara indent, hanya saja andalah sebagai pembeli harus jeli dan berhati-hati.

Untuk mengantisipasi adanya kerugian anda sebagai pembeli yang ebrniat membeli hunian rumah dengan sistem indent, maka simak tips aga anda tidak merugi saat membeli rumah belum jadi.

  1. Lihat Kredbilitas Pengembang

Telisik lebih detil terkait dengan developer atau pengembang yang akan anda minati hunian dengan cara indent. Seperti misal, dilihat dari izin usaha membangun, izin usaha, hingga rekam jejaknya, pengalamannya.

 

  1. Cek legalitas bangunan

Cara ini bisa dilihat dari status kepemilikan tanah yang dilihat dari sertifikat. Umumnya, status tanah dan bangunan adalah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan). Jadi, meskipun indent jangan lupa untuk memastikan status tanah yang diakui oleh bank.