• Inapex

    Ini Sebabnya, Pilih Lokasi Hunian dekat LRT

  • Oleh
  • Senin, 08 Jan 2018
  • Apartemen Murah Terintegrasi LRT Hanya 25 Persen Saja

    Jalur LRT (Foto: theinsidersstories)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Ini sebabnya, pilih lokasi hunian dekat transportasi massal kereta ringan (Light Rail Transit/LRT). Seperti diketahui, Pemerintah sudah menargetkan LRT bakal rampung dan siap beroperasi pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

    Tahap I proyek ini melalui rute, Cibubur-Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Dukuh Atas. LRT fase I A dan Fase I B akan membentang dari Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 KM dan Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 KM.

    Kemudian, terwujudnya LRT ini tidak hanya menggembirakan masyarakat yang tinggal di pinggiran kota seperti Bekasi dan Cibubur–Cileungsi. Namun juga menjadi celah yang sangat potensial di mata pengembang properti sekaligus sarana investasi yang prospektif untuk konsumen.

    Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti (APP) Wahyuni Sutantri menilai, ke depannya kawasan hunian yang berlokasi di sisi jalur LRT bakal dicari para konsumen properti sebab memiliki banyak keuntungan.

    “Hunian yang sangat dekat bahkan terkoneksi langsung dengan stasiun LRT akan banyak dibidik kaum sub-urban. Utamanya adalah faktor kemudahan dalam beraktivitas ke pusat-pusat bisnis, ekonomi, dan hiburan di Jakarta. Untuk itu APP melihat ini sebagai sebuah peluang, sehingga kami menghadirkan kawasan hunian mixed use yaitu LRT Superblok The Conexio,” katanya.

     

    Eastern Green Apartemen miliki nilai investasi sangat prospektif. (Foto: inapex)

     

    Lebih lanjut dikatakan Wahyuni Sutantri, LRT Superblok The Conexio dibangun diatas lahan seluas 3,05 hektare tepat di sisi Stasiun LRT Cikunir. Terdiri dari 644 unit apartemen, APP menawarkan tipe studio, satu kamar tidur dan dua kamar tidur dengan berbagai fasilitas penunjang berkonsep modern, dinamic, and living.

    Sementara itu, apabila mendengar nama Cibubur, tak sedikit orang yang mengaitkannya dengan Daerah Wisata Cibubur. Lingkungan yang masih asri tersebut, menarik pengembang untuk membuat konsep hunian yang bisa menjadi wahana rekreasi. Sebut saja, salah huniannya yaitu Taman Wiladatika dan Bumi Perkemahan Cibubur.

    Dua lokasi tersebut merupakan tempat paling lama di Cibubur, sehingga Kawasan Cibubur menjadi sangat lekat sebagai kawasan wisata asri. Kendati demikian, seiring waktu berlalu, Cibubur dibangun sejumlah fasilitas hiburan lain dan pusat perbelanjaan, seperti Jungle Land dan Mal Ciputra Cibubur.

    Baca Juga :
    Harga Rp.148 Juta, Rumah di Grand Cikarang Village Bisa Dicicil Rp.900 Ribuan

    LRT CIBUBUR

    Seperti yang diharapkan konsumen properti, pemerintah pun sedang menyediakan pilihan transportasi umum lain Light Rail Transit (LRT) yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini.

    Pengembang dari PT. Primajaya Propertindo Endang Rahmat mengakui, bahwa proyek LRT membuat Cibubur semakin dicari dan diminati oleh berbagai kalangan konsumen.

    Menurutnya, konsumen yang mencari di Cibubur adalah mereka yang sudah matang secara finansial dan sudah memiliki rumah pertama sebelumnya. Sehingga, tujuan mereka mencari rumah di Cibubur tidak lain adalah untuk investasi.

     

    Apartemen Eastern Green terkoneksi dengan LRT. (Foto: dok.inapex)

     

    “Salah satu konsumen yang membeli perumahan kami di Cibubur adalah mereka yang sudah berusia 35 tahun ke atas. Karena, adanya LRT ini mereka menilai Cibubur akan semakin berkembang seperti di Jakarta,” ujarnya. Kemudian, tersedianya LRT juga memberikan rejeki yang melimpah untuk pelaku bisnis properti disekitarnya.

    Sementara itu, untuk tahun 2018 diperkirakan bantuan KPR bersubsidi tersebut Pemerintah akan meningkatkan hampir dua kali lipat. Alokasi bantuan pembiayaan perumahan FLPP ditargetkan 42.000 unit, SSB ditargetkan 225.000 unit dan BUM ditargetkan 344.500 unit untuk 2018.

    “Kondisi perekonomian di tahun depan juga diprediksi akan mendukung pertumbuhan industri properti. Pertumbuhan ekonomi tahun depan optimis mencapai 5,4% dengan tingkat inflasi 3,5% diyakini salah satunya disumbang dari sektor properti,” ujar Igad Permana Managing Director – ‎PT. Adhouse Clarion Event saat dihubungi INAPEX.co.id, Rabu (03/01).

    Lebih lanjut dikatakan Igad Permana, pertumbuhan tersebut tentunya akan berdampak positif disektor properti yang memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

    “Tentunya hal ini akan meningkatkan tingkat pasokan dan permintaan sektor properti. Selain kondisi ekonomi global, faktor lain yang dapat mempengaruhi perkembangan yaitu sektor perumahan yang juga mendorong sektor lainnya,” pungkasnya