• Inapex

    Ini Persoalan Sepele, Tapi Bisa Ditolak Bank Saat Ajukan KPR

  • Oleh
  • Senin, 20 Nov 2017
  • Hari Terakhir, Promo Besar-Besaran Untuk Pembeli Apartemen

    Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id, – Ini bisa dijadikan sebagai pengalaman hidup, dibalik kesulitan pengajuan melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi. Faktor tersebut dipicu dari persoalan sepele, namun sangat berdampak fatal yang bisa berujung pada penolakan oleh pihak bank.

    Syarat pengajuan KPR memang terkesan sangat mudah untuk dipersiapkan bagi para pemohon, tak sedikit yang tidak lolos verifikasi dari bank terkait.

    Salah satu kunci agar bisa lolos dari verifikasi yaitu melalui tahapan konfirmasi dari pihak bank kepada pemohon KPR. Karena disitulah, Bank sebagai penyedia layanan KPR bisa mengetahui kemampuan pemohon kredit.

    Hasil konfirmasi itu, kemudian pihak bank dapat mengantisipasi sejak dini apabila pemohon tidak mampu membayar angsuran KPR. Kendati demikian, pernyataan palsu atau bohong juga tak disarankan karena bank akan mengkaji ulang, apakah informasi yang diterima berdasarkan konfirmasi itu benar atau tidak.

    Tampilah dengan pakaian rapi dan lakukan dengan percaya diri, karena sebenarnya, proses wawancara itu mudah. Apalagi jika kita sudah mengetahui jenis pertanyaan beserta jawaban yang diinginkan pihak bank. Beberapa pertanyaan tersebut antara lain:

    1.JENIS PEKERJAAN

    Umumnya bank ingin seseorang yang sudah menjadi karyawan tetap, karena risiko untuk terjadinya kredit macet akan lebih kecil. Namun jika Anda belum menjadi seorang karyawan tetap, jelaskan bahwa Anda sudah memiliki pengalaman kerja yang cukup lama.

    Baca Juga :
    Inilah 10 Daftar Raja Properti Terkaya di Indonesia

    2.TOTAL PENGHASILAN

    Pendapatan Anda akan dihitung oleh pihak bank dan dirincikan, berapa besaran cicilan yang tepat untuk Anda dengan masa tenor yang juga tidak memberatkan. Sebaiknya, ajukan jumlah cicilan yang masuk akal, atau sekitar 25% dari pendapatan Anda.

    3.PENGELUARAN RUTIN

    Hal ini terkait dengan berapa jumlah pengeluaran wajib, baik itu uang makan dalam sebulan hingga uang sewa kontrakan/indekos. Akan lebih masuk akal jika pendapatan yang sudah dikurangi pengeluaran rutin jumlahnya tidak lebih tinggi dari cicilan kredit per bulannya.

    4.KREDIT LAIN

    Jika masih ada beban kredit lain seperti kredit kendaraan dengan jumlah 40 persen atau lebih, maka sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan sangat sulit mendapat pinjaman KPR. Persentase itu disebut juga dengan debt ratio (rasio pinjaman). Kebanyakan, pihak bank hanya mamaklumi debt ratio yang tak lebih dari 30%.