• Inapex

    Ini Kelebihan Apartemen, Fasilitas dan Lokasi Strategis jadi Prioritas

  • Oleh
  • Senin, 15 Jan 2018
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Memiliki banyak kelebihan diantaranya seperti lokasi yang strategis dan fasilitas jadi prioritas memanjakan bagi setiap penghuni Apartemen. Kendati demikian, hunian vertikal bukan seperti beli pisang goreng, tapi terdapat alokasi biaya lain yang wajib disiapkan ketika beli apartemen.

    Nah, karena kelebihannya itulah banyak orang yang tertarik untuk membeli apartemen. Berdasarkan hasil responden pengunjung pameran Indonesia Properti Expo Agustus 2017, sebanyak 15% memilih beli apartemen sebagai hunian dan investasi. Sementara responden lain properti yang dicari yaitu Ruko 5% dan Kondotel 2%.

    Disamping harga apartemen yang harus dibeli melalui fasilitas Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) maupun secara tunai, konsumen juga harus mengetahui sejumlah biaya tambahan. Menurut peraturan pemerintah hanya properti yang harganya di bawah Rp42 juta saja yang dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN). Dengan demikian, pembelian apartemen akan dikenakan biaya PPN 10% dari harga jual. PPN biasanya dibayarkan melalui developer, termasuk pelaporannya dilakukan oleh developer.

    Kemudian tambahan lain saat beli apartemen yaitu Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ini dikenakan terhadap semua transaksi apartemen, baik baru maupun lama, yang dibeli dari developer atau perorangan. Konsumen sebagai pembeli jenis hunian vertikal ini, wajib membayar BPHTB 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi nilai jual obyek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP).

    Namun, jika beli apartemen di Jakarta, maka NJOPTKP yang ditetapkan pemerintah Provinsi DKI sebesar Rp60 juta. Jadi, untuk apartemen harga Rp100 juta, BPHTB yang harus dibayar adalah 5% x (Rp100 juta – Rp60 juta) = Rp2 juta.

    Selanjutnya, pada tahun 2015 pemerintah telah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 253/PMK.03/2008 mengenai pajak barang mewah. Pemerintah bakal menambah obyek pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) atas barang sangat mewah, yaitu properti di atas Rp2 miliar (sebelumnya properti di atas Rp10 miliar).

    Baca Juga :
    Gratis Biaya Pengurusan Surat di IPEX JCC Senayan

    Kendati demikian, pajak ini hanya dikenakan bagi apartemen yang dibeli dari developer bukan perseorangan. Besarnya 20% dari harga jual yang dibayar ketika transaksi. Sedang untuk simulasi cicilan apartemen per bulannya, manfaatkan kalkulator keterjangkauan. Pada umumnya, dalam pembayaran AJB (akta jual-beli) dan BBN (biaya balik nama) dibayar dalam satu paket. Besarannya kurang lebih 1% dari harga apartemen untuk ketiga biaya tersebut.

    Terlepas itu, pameran reguler Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 tak lama lagi bakal dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Selain pencari hunian, tak sedikit investor menanti ajang promosi IPEX yang akan berlangsung pada 03 – 11 Februari 2018 mendatang.

    “Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi sangat berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan hunian. Persoalan ini memicu terjadinya backlog penyediaan beragam jenis produk real estate nasional, khususnya di kota – kota besar,” kata Vice President PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana.

    Igad Permana mengatakan, dalam rangka meningkatkan peluang pasar hunian, seperti rumah tapak, apartemen, kondotel, villa, dan resort dari tipe menengah sampai mewah IPEX tetap konsisten menyelenggarakan pameran properti reguler.

    Disisi permintaan, masih dikatakan Igad, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen properti dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah hingga investasi dengan nilai tinggi.

    “Konsumen properti akan mencari perumahan tipe klaster, terutama di wilayah penyangga dan investor tetap akan membidik investasi properti karena sangat rendah resikonya dibanding investasi lain,” terang.