• Inapex

    Ini Kebijakan BI, Uang Muka yang Dibebankan Pemohon KPR Hanya 15%

  • Oleh
  • Kamis, 07 Des 2017
  • Lebih Bagus Tinggal Rumah Tapak Atau Apartemen?

    Uang Muka yang Dibebankan Pemohon KPR Hanya 15%. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Beragam terobosan untuk meningkatkan pertumbuhan kredit properti terus dilakukan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter bakal memperkuat melalui sejumlah kebijakan. Langkah ini juga sebagai antisipasi seiring melambatnya pertumbuhan kredit properti belakangan ini.

    Asisten Gubernur BI, Doddy Budi Waluyo mengakui, sejumlah langkah untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan yang berkualitas, BI akan mengimplementasikan rasio intermediasi makroprudensial sebagai bentuk loan to funding ratio. “Ke depan, BI akan memperkuat kebijakan loan to value (LTV) melalui penerapan LTV secara targeted,” kata Doddy, di Jakarta, baru-baru ini.

    LTV adalah nilai kredit atau jumlah pembiayaan yang bisa diberikan bank kepada pemohon kredit dengan jaminan atau agunan berupa properti atau kendaraan. Saat ini LTV tercatat 85% jadi uang muka yang dibebankan kepada peminjam adalah 15%. “LTV berdasarkan segmen dan target ini masih dalam kajian dan membutuhkan riset untuk penerapannya,” ujar Doddy.

    BI memandang penyempurnaan LTV ini yang dibahas secara targeted berdasarkan jenis properti. Kajian ini dilakukan, karena kondisi siklus untuk setiap jenis properti berbeda-beda. Jadi nantinya, LTV akan diatur berdasarkan jenis properti, dengan kategori besar, mewah, hingga kelas bawah. Padahal sebelumnya, BI berencana mengatur LTV per wilayah. Jadi uang muka atau Down Payment (DP) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tiap wilayah akan berbeda batasannya.

    Kredit properti per Oktober 2017 berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) mengalami perlambatan, yakni tumbuh 13% atau Rp 779,6 triliun dibandingkan bulan sebelumnya 13,2%.

    Terlepas itu, secara terpisah untuk kemudahan penyaluran pembiayaan kredit, Female Apartement telah menjalin kerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Depok sekaligus mempermudah layanan konsumen properti yang ingin memperoleh hunian melalui skema Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

    Baca Juga :
    Agar Tidak Ribet Saat Ajukan KPR? Begini Langkahnya

    Prosesi penandatanganan kerjasama itu dilakukan secara seremonial oleh Deputy Branch Manager Business BTN Depok Meda Entiandi dengan Direktur Proyek Female Apartment  I Wayan Ekadiana di Kantor Marketing Gallery.

    Direktur Marketing Female Apartement Like Suryanti  menjelaskan, apartemen merupakan hunian vertikal yang mampu membidik kalangan investor sebanyak 80 persen ini juga mempunyai pangsa pasar sangat besar, khususnya dari kalangan mahasiswi dengan lokasi yang dekat dengan tiga kampus besar.

    “Apartemen ini digagas dengan tema spesifik dan unik serta menjadi yang pertama di Indonesia,” tambah Like saat ditemui di  Marketing Gallery  Jl. Margonda Raya, No 525, Depok – Jawa Barat.

    Mahasiswi dari Universitas Pancasila, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gunadarma merupakan pasar yang terbilang besar untuk apartemen wanita. “Rata-rata tiap tahunnya ada 20.000 mahasiswa-mahasiswi baru dan dengan asumsi 50 persen dari mereka adalah mahasiswi maka ada captive market 10.000 orang. Ini lebih dari cukup untuk apartemen kami yang totalnya 551 unit,” papar Like Suryanti.

    Tidak hanya populasi wanita, apartemen wanita dibangun juga berdasarkan tingkat kriminalitas yang kerap terjadi membuat wanita jadi korbannya dan timbul rasa khawatir. “Oleh sebab itu, ada kebutuhan psikologis bagi orangtuanya untuk mencarikan putrinya tempat tinggal yang aman dan kami melihat ini sebagai kesempatan,” jelas Like Suryanti.

    Untuk tipe unit yang bisa disediakan dalam apartemen wanita yaitu tipe studio dengan luasan beragam antara lain 39 meter persegi, 33 meter persegi, 30 meter persegi, 28 meter persegi, dan 25 meter persegi. Untuk investor, tambah Like Suryanti, pihaknya tak membatasi jenis kelamin, akan tetapi untuk penghuni hanya diperbolehkan wanita.