• Inapex

    Indy Barends Tidak Mau Tinggal di Apartemen Lagi!

  • Oleh
  • Kamis, 07 Sep 2017
  • Indy Barends Tidak Mau Tinggal di Apartemen Lagi!

    Indy Barends (Foto: motherandbaby)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Indy Barends (45 tahun) yang merupakan pembawa acara sekaligus penyiar radio ini selalu terlihat energik dan humoris. Namun, ada ketakutan yang ia miliki, yakni takut tinggal di apartemen. Ia lebih memilih tinggal bersama suami dan dua anaknya Manuel Tobias Sarmanella dan Raphael Sarmanella di rumah tapak di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

    Sebelum menikah dengan Benjamin Sarmanella 16 tahun silam, wanita bernama asli Mendya Barends ini pernah merasakan tinggal di apartemen selama beberapa tahun.

    “Sekarang sih nggak tertarik lagi, waktu gadis itu tinggal di apartemen karena ringkas. Udah semakin berumur saya kok kalau tinggal di atas awan makin takut, parno sendiri takut jatuh,” papar Indy yang masih reguler siaran pagi di sebuah radio wanita di Jakarta mulai Senin sampai Jumat. Saat ini Indy berbalik merasa nyaman seperti paradigma orang dulu, jika memiliki rumah harus ada tanahnya.

    “Saya masih senang kalau keluar rumah bisa nginjak tanah, lihat rumput terus guling-gulingan walaupun cuma rumput gajah yang bikin sakit kaki kalau diinjak,” candanya usai menjadi MC dalam acara peluncuran katalog toko furnitur IKEA di Serpong, Tangerang (Banten).

    Indy juga mengaku tidak menyukai suasana sepi di rumahnya. Setiap akhir pekan ia memaksa kedua anaknya yang telah beranjak remaja untuk tidur bersamanya di kamar.

    Baca Juga :
    Tidak Disangka, Donita Menyukai Rumah Rp.300 Jutaan

    “Semakin (anak-anak) besar, saya semakin ingin tinggal di kamar sama anak-anak. Jadi saya siapin kasur-kasur tambahan di kamar setiap Sabtu dan Minggu. Norak banget deh,” jelas perempuan berdarah Manado ini.

    Untuk urusan investasi, Indy juga tidak terpikirkan. “Kalau itu urusan kepala sekolah (suami,- red). Saya mah urusan jajan-jajan aja,” tutur Indy sambil tertawa.

    Perlu diketahui, posisi hadap sebuah hunian vertikal seperti apartemen mempengaruhi harga jual. Apartemen di lantai lebih tinggi dan mempunyai arah hadap pemandangan yang menarik tentu dikenakan harga berbeda.

    Hal tersebut berarti semakin indah pemandangan yang dapat dilihat, semakin tinggi pula harga apartemen tersebut. Oleh sebab itu, calon pembeli harus memikirkan sungguh-sungguh posisi lantai apartemennya agar mendapatkan harga yang sesuai.

     

    Adapun pemandangan indah menjadi incaran sebagian orang. Biasanya, orang akan memilih apartemen lantai delapan ke atas sebab menyuguhkan pemandangan yang indah.

    Misalnya, apartemen di kota-kota besar akan memanjakan mata dengan pemandangan kota di bawah langit biru. Akan tetapi, untuk apartemen tertentu, terdapat tambahan biaya agar bisa memperoleh unit dengan view tersebut.

    Keuntungan kedua, berkurangnya kebisingan pada lantai atas apartemen. Tidak hanya itu, keamanan posisi lantai atas relatif lebih terjamin walaupun bukan suatu kepastian.