ilustrasi. (Foto: istimewa)
ilustrasi. (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Indonesia merupakan pengguna jasa keuangan syariah terbesar dari jumlah konsumen dibandingkan Negara lain. Sedikitnya, terdapat 20 juta nasabah perbankan syariah. Jika ditotal produk dan jasa keuangan syariah lainnya menjadi 40 juta nasabah.

Jumlah tersebut masih lebih besar dibandingkan jumlah konsumen di negara lain seperti Malaysia, Dubai, Bahrain, Qatar, dan lainya.

“Indonesia jadi kiblat dunia untuk islamic finance, jumlah nasabah perbankan syariah ada 20 juta, ditambah nasabah asuransi syariah, reksandana syariah, pegadaian syariah another sekuritas syariah sektiar 30 juta. Serta ditambah nasabah koperasi syariah, BNP syariah totalnya 40 juta,” kata Pengamat Ekonomi Syariah, Adiwarman Karim, di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Menurut Adiwarman Karim, jumlah yang besar sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk mendeklarasikan Indonesia sebagai ekonomi islam dunia. Diantaranya dengan cara menunjuk Jakarta sebagai pusat keuangan syariah.

“Saat ini merupakan saat yang tepat untuk mendeklarasikan Indonesia sebagai pusat ekonomi islam dunia. Kemarin diskusi, Jakarta telah dipilih dengan tim dari pemerintah, Bappenas,” papar anggota Dewan Syariah Nasional MUI itu.

Saat ini konsep tersebut masih digodok pemerintah. Nantinya akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) syariah di Jakarta, dia memberi masukan bahwa pembangunan KEK itu berupa tower daripada berbentuk kawasan tersendiri.

“Dimana areanya karena ada zona kawasan ekonomi khusus sehingga diperkirakan waktunya lama bertahun-tahun, tapi kita di MUI ada ide kita bilang, kita definisikan aja, KEK itu adalah sebuah tower atau building. Dengan ide ini masih digodok sehingga demikan ide tentang kawsan ekonomi khusus ekonomi syariah bisa dapat direalisasikan, mudah-mudahan ekonomi Indonesia jadi pioner dalam perkembangan ekonomi syariah,” ujarnya.