• Inapex

    Hingga Oktober 2017, Realisasi Penyaluran Kredit Rumah Capai 501.626 unit

  • Oleh
  • Kamis, 16 Nov 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Terhitung hingga akhir Oktober 2017, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)  mampu merealisasikan penyaluran kredit rumah capai 501.626 unit atau setara 75,32 % dari target. Jumlah unit rumah itu,  setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun.

    Tak hanya itu, perseroan ini berpeluang menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) nonsubsidi secara bertahap hingga 100 basis poin (bps) mulai awal tahun depan. Langkah ini seiring dengan penurunan bunga acuan Bank Indonesia yang berdampak pada penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan.

    “Saat ini rata-rata suku bunga KPR nonsubsidi perseroan di kisaran 9,5 persen kami akan berusaha turunkan tergantung dari biaya dana kita dari dana pihak ketiga,” tutur Direktur Utama BTN Maryono di kantornya, baru-baru ini.

    Menurut Maryono, sejak awal tahun, rata-rata suku bunga KPR nonsubsidi BTN telah turun 100 hingga 150 bsp. Maryono tak memungkiri, masih tingginya suku bunga KPR menjadi penghambat penyaluran KPR nonsubsidi kepada masyarakat.

    Selain itu, semakin tingginya harga rumah juga membuat masyarakat semakin sulit memiliki rumah. Tak ayal, geliat bisnis properti masih tertahan.

    “Kalau harga rumahnya bisa turun, pasti permintaannya akan bisa ini (menjangkau). Harga rumah naik karena harga tanah mahal, makanya yang laku itu KPR subsidi karena harganya murah,” ujarnya.

    Baca Juga :
    Pertumbuhan KPR Naik Hanya 7 Persen, Ini Sebabnya

    Pernyataan Maryono mengkonfirmasi hasil survei residensial Bank Indonesia (BI) yang menyatakan tingginya suku bunga yang saat ini berkisar 9,69 persen hingga 13,02 persen menjadi faktor utama penghambat bisnis properti.

    Hasil survei menyebutkan, sekitar 20,36 persen responden menyebut tingginya bunga KPR sebagai penghambat bisnis properti. Responden juga menyebut tingginya uang muka rumah (16,57 persen), pajak (16,13 persen), lamanya perizinan (14,45 persen), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,18 persen) sebagai penghambat bisnis properti.

    Selain itu, disepanjang 2017, BTN menargetkan bisa menyalurkan kredit perumahan untuk 666 ribu unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah.

    Target tersebut terdiri dari penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah. Kemudian, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi ditargetkan sebanyak 161.878 unit rumah.

    Jika dirinci, untuk jenis rumah subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah nonsubsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun.