Bisa Drive Thru, Pesan Apartemen di Depok, Sudah Coba?
Pengendara Sedang Drve Thru Unit Apartemen (Foto: propertidata)

 

DEPOK, INAPEX.co.id, – Pemasaran properti tak hanya dikerjakan secara konvensional. Sejumlah pengembang menjalankan terobosan antara lain dengan pemasaran jemput bola. Salah satunya PT PP Properti Tbk mengerjakan pemasaran seperti memesan makanan dari kendaraan (drive thru).

Model pemasaran seperti ini diterapkan PP Properti di Apartemen Evenciio di koridor Margonda, Depok, lalu lintasnya ramai dan macet.

“Inovasi yang kami lakukan bukan hanya pada produk tapi juga cara-cara penyampaian ke konsumen. Dengan waktu dua menit kita bisa menjelaskan dan memberikan goody bag berisi informasi seputar produk sehingga orang melewati jalan tersebut bisa mendapatkan informasi produk kami,” ucap Project Director Evenciio, Nurjaman, di Jakarta, Rabu (15/3).

 

Tidak hanya membagikan goody bag, konsep drive thru ditetapkan dengan membuka kantor pemasaran untuk tempat orang beristirahat guna menunggu kemacetan mereda. Pengendara yang singgah disediakan minuman dan camilan.

 

Saat jam pulang kantor sangat banyak kendaraan yang parkir dan memperoleh product knowledge dari pemasar PP Properti.

“Dengan konsep ini respon masyarakat cukup bagus, kami bisa menjaring pengendara sekitar 50 kendaraan setiap harinya. Produk yang inovatif harus didukung dengan strategi penjualan yang baik,” paparnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana, Achmad Setiadi, yang pengembang apartemen Woodland Park Residence di Kalibata, mengaku penjualan tahun lalu menurun. Tahun 2017 sejumlah faktor pendukung membuatnya lebih optimistis memasarkan apartemen ini.

“Pasar properti sepanjang 2016 lalu memang cukup lesu. Pertumbuhan secara keseluruhan melemah di beberapa subsektor properti itu sendiri, seperti perkantoran dan residensial atau apartemen,” tutur Setiadi, Rabu (15/3).

Menurutnya, hal ini terjadi bersamaan dengan lemahnya kondisi ekonomi nasional dan global. Di sisi lain, sikap wait and see para investor juga dikarenakan suplai alternatif properti di Jabodetabek yang melebihi permintaan.

“Tapi kami optimistis tahun ini bakal lebih baik, karena banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah akan mendorongnya, seperti tax amnesty, pelonggaran LTV, penurunan uang muka dan pajak BPHTB,” papar Setiadi.

Sekarang ini, berbekal dukungan, pihaknya tetap memasarkan Woodland Park Residence yang kondisinya kini sudah 100 persen siap huni. Mulai awal Maret pengembang ini sudah berani mengerahkan semua gaya promosi untuk segala cara bayar tanpa terkecuali, seperti kredit, tunai keras, maupun tunai bertahap.