• Inapex

    Hemat Uang THR, Usai Lebaran Beli Rusun dekat Stasiun KRL

  • Oleh
  • Jumat, 30 Jun 2017
  • Lebih Bagus Tinggal Rumah Tapak Atau Apartemen?

    Hemat uang THR karena usai lebaran bisa untuk beli Rusun dekat stasiun. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Untuk pasangan yang baru menikah, sebaiknya harus bisa menghemat uang Tunjangan Hari Raya (THR), karena usai lebaran bisa dimanfaatkan untuk beli rumah susun dekat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jakarta, Bogor.

    Pasalnya, setelah lebaran tahun ini Pemerintah bakal membangun rumah susun (rusun) serta apartemen di dekat stasiun KRL Jabodetabek, dengan skema transit oriented development (TOD).

    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ditunjuk sebagai penyedia pembiayaan lewat kredit kepemilikan apartemen (KPA). Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, perumahan TOD akan berisi apartemen, rusunami dan beberapa rumah toko (ruko). TOD merupakan kawasan hunian terpadu yang terkoneksi dengan jalur angkutan massal seperti TransJakarta, KRL, MRT, dan LRT.

    “Jadi itu segmennya beda-beda. Tapi yang banyak memang segmen menengah, jadi lebih banyak ke KPA, karena itu kan nanti lebih ke apartemen. Nanti kita bisa memberikan fasilitas KPA-nya ada yang nonsubsidi dan ada yang subsidi,” tutur Maryono di Jakarta, Minggu malam (18/6).

    Apartemen akan diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah. Harganya berkisar Rp 400 juta ke atas, tergantung lokasi. Rencananya Perum Perumnas yang ditunjuk untuk membangun proyek properti tersebut.

    “Variasi juga, ya mungkin Rp 400 juta ke atas. Karena tidak akan bisa masuk kalau menengah harga Rp 400 juta, mungkin ada yang harga Rp 600 juta, ada yang Rp 800 juta,” imbuhnya.

    Sementara untuk masyarakat menengah ke bawah akan disediakan rusunami. Harganya akan dipatok sekitar Rp 200 jutaan dengan skema pembiayaan KPA subsidi.

    Namun rusunami tidak tersedia di semua lokasi TOD. Hanya di lokasi-lokasi tertentu yang sedikit menjauh dari tengah kota. “Mungkin di daerah Pondok Cina yang agak jauh. Tapi kalau yang dekat mungkin enggak ada,” imbuhnya.

    Maryono memperkirakan pemerintah akan meresmikan pembangunan TOD pada Juli 2017. Awalnya ada 3 lokasi yang akan dipilih, yakni Pondok Cina, Tanjung Barat, dan Palmerah. Namun karena terbentur permasalahan lahan, lokasi di Palmerah tak jadi dipilih.

    Baca Juga :
    Kebutuhan Apartemen Harga Mulai Rp.600 Jutaan di Jabodetabek Meningkat

    Terlepas itu, berdasarkan data pengunjung pameran Indonesia Properti Expo 2017 terlihat kebutuhan apartemen di Jabodetabek mencapai 25% pada rentang harga antara Rp.600 juta–Rp1,5 miliar.

    Pengamat Bisnis Properti Toerangga Putra mengatakan, indikasi perbaikan sudah mulai terlihat sejak hadirnya sejumlah pasokan apartemen kelas menengah dan menengah atas.

    “Sentimen sudah mulai positif, tapi secara transaksi belum ada pergerakan yang signifikan. Sehingga diharapkan pada Agustus 2017 nanti bukan lagi waktunya recovery. Normalnya, per tahun pertumbuhan properti nasional bisa mencapai 12% – 15%. Tapi tahun ini kami memprediksi akan tetap tumbuh meski hanya di bawah 10%,” ujarnya.

    Selain itu, untuk di awal tahun ini pencari rumah layak huni mencapai 89%. Bahkan tingginya antusias konsumen properti tersebut rata-rata dimanfaatkan sebagai hunian sendiri.

    Lebih lanjut dikatakan Toerangga Putra, untuk pencari rumah 63%, Apartemen 25%, Ruko 5%, dan pencari kondotel serta villa mencapai 5%. “Presentasi tersebut diakumulasi dari total pengunjung pameran yang terdiri dari kategori pria 64% dan wanita 36%,” paparnya lagi.

    Kemudian, Toerangga Putra merincikan, peningkatan angka pencari rumah dari total pengunjung pameran properti tersebut yaitu dengan harga bekisar Rp.100 juta – Rp.300 juta mencapai 38%, pencari rumah harga Rp.300 juta – Rp.600 juta mencapai 32%, dan pencari rumah mewah dengan harga Rp.600 juta hingga 1 miliar mencapai 19%.

    Selain itu, presentase investor yang mencapai 11% diawal 2017 lebih membidik hunian dengan harga bekisar Rp. 1 miliar – 2 miliar tercatat 8%, Rp.2 miliar – 5 miliar 2% dan investasi properti dengan harga diatas Rp.5 miliar hanya mencapai 1%.

    “Indonesia Properti Expo merupakan satu-satunya pameran properti yang menampilkan produk sangat bervariasi mulai rumah murah, apartemen, kondotel, pergudangan, perkantoran dan kawasan komersil yang berlokasi diberbagai kota besar,” ujar Toerangga Putra.

    Dalam kesempatan itu, Toerangga Putra mengajak partisipasi seluruh developer untuk mendukung penyediaan rumah murah dan investasi serta mencapai omset besar di Indonesia Properti Expo yang akan kembali berlangsung pada 11 – 20 Agustus 2017 mendatang di Jakarta Convetion Center (JCC) Senayan.