Ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Melihat hasil survei terkait perizinan, ternyata ini yang mengejutkan bagi DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta.

Hal itu terungkap, Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman menyebutkan hasil survei selama tahun 2017, sebanyak 69% dari total 350 pengembang properti anggotanya menyatakan lebih mudah memperoleh izin pembangunan di daerah.

Kemudian, yang menilai perizinan di DKI cukup mudah hanya sebesar 55%. “Faktor terbesar yang memengaruhi sulitnya perizinan di DKI adalah birokrasi sebesar 40 persen, lalu kebijakan 17 persen.

Sisanya soal persyaratan 25 persen, dan biaya pengurusan 18 persen,” papar Amran Nukman saat memberi penjelasan mengenai hasil survei, di kantor DPD REI DKI Jakarta, baru-baru ini.

Selain itu, 44,7% anggota yang mengikuti survei itu mengembangkan perumahan menengah atas dan apartemen, sedangkan 8,1 persen mengembangkan perumahan sederhana, serta sisanya ruko, rukan, perkantoran, dan mal.

Sementara untuk jenis properti yang kinerjanya terbaik yaitu perumahan bawah atau rumah sederhana sebanyak 28,5% dan apartemen strata 27%.

Selebihnya perumahan menengah dan atas 17,1%, ruko atau rukan yang dijual 8,7%, serta perkantoran dan ruko atau rukan yang disewakan di bawah 5%.

Selanjutnya, 57% para pengembang juga menyatakan bahwa penjualan tahun 2017 sama dengan tahun sebelumnya, bahkan lebih baik.

“57 persen anggota menyatakan kondisi ekonomi pada tahun 2017 kondusif, sedangkan yang menyatakan kurang kondusif 38 persen,” jelas Amran.

Soal dampak kebijakan pemerintah, tutur Amran, yang berpengaruh paling besar yaitu pengurangan pajak dan suku bunga kredit, masing-masing 29 persen dan 26 persen.

Berikutnya, mengenai dukungan pemerintah untuk infrastruktur, total 68 persen anggota menyatakan cukup baik, baik, dan sangat baik, sedangkan yang menyatakan kurang baik ada 27 persen.

Survei itu dilakukan terhadap 350 perusahaan anggota REI DKI Jakarta yang mengerjakan lebih kurang 600 proyek saat survei itu dilakukan. Sementara anggota yang mengisi survei itu sekitar 335 anggota.

Tujuannya untuk mengetahui persepsi anggota REI yang menjadi pengembang proyek properti di Jabodetabek dan seluruh Indonesia sehingga nantinya berguna untuk mengambil kebijaksanaan bagi mereka.

Lebih lanjut dijelaskan Amran, hasil survei ini menunjukkan, para pengembang optimistis bahwa bisnis properti tahun lalu masih menjanjikan, termasuk untuk tahun ini.