Ilustrasi. (Foto: pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Berangkat dari harga rumah dikawasan Depok yang terus meroket, ternyata membuat Developer ini semakin antusias.

Developer tersebut diantaranya yang tengah membangun proyek perumahan di Bogor membidik pasangan muda sebagai target pilihan utama hunian.

Tak cuma sebagai penyangga ibukota negara (Jakarta), Bogor dijadikan alternatif yang banyak dipilih orang untuk rumah tinggal.

Direktur Marketing Kalindo Land, Sentot Sudaryono membenarkan, melalui anak usahanya, PT Semangat Panca Bersaudara, membangun Perumahan Villa Bogor Indah.

“Sekarang sudah masuk tahap keenam. Tahap pertama sampai lima sudah habis terjual. Selain masyarakatnya, kondisi permukiman di Bogor juga semakin padat. Tidak sedikit lho pembeli rumah di proyek kami itu keluarga muda atau milenial kerjanya di Jakarta,” ujarnya, belum lama ini.

Proyek Villa Bogor Indah 6 ini dibangun di kawasan Pasir Jambu, Sukaraja. Proyek ini bisa diakses melalui pintu tol Sentul dan tembus ke Jalan Pemda. Jika tahun depan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) beroperasi, aksesnya bahkan semakin mudah.

Tak hanya itu, daya jual paling menariknya yaitu lokasi proyek yang dekat Stasiun Kereta Cilebut. Sentot bilang, tingginya mobilitas penghuni yang umumnya bekerja di Jakarta akan lebih mudah dan murah. “Kebanyakan memang sudah tidak mau bawa kendaraan, selain boros biaya tol dan bensin, mereka lebih memilih naik kereta,” ujar Sentot.

Secara terpisah, Manager Marketing Kalindo Land, Cecep Prayitno, menambahkan untuk rumah kelas real estate, harga rumah di proyek ini tergolong cukup terjangkau. Kalindo sendiri memang membuka tawaran harga mulai Rp486 juta.

“Itu dengan harga tanah masih sekitar Rp3 jutaan per meter persegi dibandingkan perumahan lain yang rata-rata di atas Rp4 juta sampai Rp5 jutaan per meter persegi. Kami berani tawarkan harga lebih rendah 10 sampai 20 persen,” tutur Cecep.

Cecep mengatakan penjualan Villa Bogor Indah di semester pertama ini cukup bagus. Dalam sebulan rata-rata terjual 30 unit rumah.

Ia berharap target tahun ini bisa melebihi capaian penjualan tahun lalu yang mencapai target penjualan Rp50 miliar.

Ihwal target pasar, Cecep melanjutkan, adalah konsumen yang dari segi penghasilannya sekitar Rp7 juta.
Sementara untuk produk seharga Rp1 miliar diperuntukkan bagi konsumen berpenghasilan berkisar Rp20-30 juta per bulan.

Dibangun di lahan 12,5 hektar, lanjut Cecep, rencananya Kalindo akan membangun 728 unit rumah di dalam 7 klaster.

Saat ini, sekitar 30 persen atau 250 unit sudah terjual atau sudah masuk klaster keempat tahap pemasarannya. Saat ini, lanjut Cecep, beberapa tipe yang dipasarkan adalah tipe Viola seharga Rp486 juta sampai tipe Bloomeria (98/112) seharga Rp1,3 miliar.

Ke depan pihaknya akan menambah lahan sekitar 9 hektar dengan tambahan 500 unit rumah. “Tingkat kenaikan harga rata-rata itu 15 persen per tahun, dan kami yakin tembus. Kami optimistis tahun ini bisa masuk target lagi sampai Rp60 miliar, apalagi karena bank bisa memberikan suku bunga ringan sehingga angsurannya bisa terjangkau,” pungkas Cecep.