Unit rumah bersubsidi. (Foto: dok.Grand Cikarang Village)

 

CIKARANG, INAPEX.co.id – Harga per unit mulai Rp.148, rumah di Grand Cikarang Village bisa dicicil Rp.970.500 ribu. Untuk mewujudkan bisa miliki rumah sendiri di perumahan ini, cukup melakukan pembayaran langsung melalui booking fee hanya sebesar Rp.700 ribu.

“Ayuk kapan lagi punya rumah kalau tidak dari sekarang. Booking Fee, tidak termasuk harga jual. Cicilan flat sampai lunas. Bisa over kredit, untuk yang berminat unit rumah di Hook biaya 50% harus wajib di bayar kan pada saat membayar DP,” jelas Marketing Grand Cikarang Village Puspita Rini, saat dihubungi INAPEX.co.id, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Rini, hunian yang ditawarkan tersebut sangat cocok untuk ditempati sendiri maupun sebagai investasi properti. “Harga akan terus naik dan berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan. Kesempatan ini sangat terbatas,” katanya.

Selain itu, konsumen juga memiliki alasan tersendiri saat beli properti diawal tahun 2018 ini. Selain banyak keuntungan karena dimudahan dalam proses pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) serta berbagai jenis tawaran promosi dari pengembang.

“Untuk saat ini sebenarnya penjualan rumah stabil, tapi biasanya konsumen lebih memilih beli properti diawal tahun karena dibulan November dan Desember itu dimanfaatkan untuk survay,” ujar Rini.

Perumahan Grand Cikarang Village merupakan hunian idaman bagi para pekerja yang berlokasi di Jayasampurna, Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat. Perumahan bersubsidi disini penghuni bisa merasakan nuansa pegunungan dengan udara bersih dan segar dekat dengan kawasan industri M2100 Cibitung yaitu hanya 7 menit. Sementara akses ke Deltamas hanya 15 menit.  Untuk promo ditahap 3 ini, Nina menawarkan 800 unit di lahan 100 hektare dengan keseluruhan 230.000 unit. “Iya mas ditahap 3 ini sudah terbooking sebanyak 180 unit,” kata Rini.

Sementara itu, terus membaiknya iklim bisnis properti tersebut, tak lepas dari sejumlah kebijakan-kebijakan positif pemerintah yang telah dikeluarkan sejak tahun sebelumnya. Managing Director PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana mengakui, kebijakan yang dibuat pemerintah berdampak positif serta mampu memberi optimis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Bila pemerintah bisa tetap konsisten menjalankan kebijakan itu, diprediksi kondisi ekonomi akan tetap stabil selama tahun 2018 ini,” ujar Igad Permana.

Kendati demikian, Igad Permana menambahkan, dari sisi suplai akan terjadi perlambatan pasar properti yang diprediksi terjadi pada pertengahan tahun karena dampak Hari Raya Idul Fitri serta Pilkada Serentak 2018 yang mungkin terjadi. “Begitu juga menjelang Pemilu Legislatif & Pemilihan Presiden 2019,” tuturnya.