Rumah Tipe 28. (Foto: PT SMBL)

 

BOGOR, INAPEX.co.id – Pertumbuhan properti di Bogor, khususnya kawasan Bogor Barat terlihat terus meningkat. Fenomena ini, terlihat menjamur proyek perumahan hingga di sekitar Semplak, Bubulak sampai dekat kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Diantaranya, Perumahan Dramaga Cantik yang bakal hadir di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 pada 03 – 11 Februari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Perumahan yang dikembangkan PT Sinar Mandala Bangun Lestari ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga KM 8, harga rumahnya mengalami peningkatan lebih dari 100 persen. “Waktu pertama kali peluncuran tahun 2009, tipe 38 dibanderol Rp 163 juta. Sekarang Rp 370 juta,” ujar Koordinator Marketing Dramaga Cantik, Naryo, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Naryo, kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor yaitu karena dekat dengan kampus IPB, sarana dan fasilitas di daerah tersebut semakin baik. Tak hanya itu, fasilitas lain seperti pusat perbelanjaan sampai sarana kesehatan seperti RS Medika Dramaga dan RS Karya Bhakti Pratiwi dapat ditempuh hanya beberapa ratus meter dari pintu gerbang Dramaga Cantik.

Faktor lainnya yang demikian signifikan mendorong laju pertumbuhan harga properti adalah sarana transportasi publik. “Pertimbangan transportasi ini penting karena banyak pembeli kami mencari kemudahan akses. Misalnya sekarang ada APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) yang pusatnya di Bubulak,” pungkas Naryo.

Tingginya minat masyarakat untuk tinggal di Kota Bogor bukan tanpa alasan. Selain ketersediaan infrastruktur jalan dan transportasi massal, konsumen perumahan di kota hujan tersebut juga mencari suasana lingkungan yang alami dengan udara lebih segar dibanding daerah penyangga Jakarta lain.

Kemudian, kebutuhan hunian ini yang direspons PT Kembar Intiland, dengan mengembangkan proyek perumahan bernuansa alam di Jalan Raya Cilebut, Kota Bogor. Direktur Utama PT Kembar Intiland Fahrul Roji mengakui, proyek perumahan Pesona Intiland yang sedang dikembangkan tersebut dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare (ha) dalam kondisi tanah berkontur bukit, serta dilintasi tiga sungai, sehingga penghuni layaknya tinggal di sebuah resort pergunungan.

“Perumahan ini dari sisi konsep kami tujukan kepada konsumen yang ingin tetap bisa bekerja dengan mudah ke Jakarta. Namun bisa lupa akan kepenatan dan rutinitas kerja begitu sampai ke rumah. Dan kebetulan mayoritas pembeli rumah di proyek kami bekerja di Jakarta,” kata Fahrul.