• Inapex

    Februari 2018, Rumah Lokasi Bogor Bakal di Incar Konsumen

  • Oleh
  • Selasa, 19 Sep 2017
  • Penyerahan Piagam Penghargaan Indonesia Properti Expo (IPEX) kepada pengembang, kategori Ijin Prinsip KPR BTN Terbanyak. (Foto: inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id –  Februari 2018 nanti, proyek perumahan baru yang dikembangkan dikawasan Bogor Jawa Barat diprediksi paling di incar konsumen properti. Pasalnya, kawasan kota hujan ini terbukti sangat laris di ajang pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang berlangsung pada Agustus 2017 lalu.

    Selain di kawasan Bogor, Bekasi juga tak kalah menjadi incaran investor properti. Dua wilayah di pinggiran Jakarta, merupakan lokasi rumah yang paling banyak dipilih konsumen dalam bertransaksi di pameran IPEX.

    Buktinya, Director Consumer Banking Bank BTN Handayani mengatakan bahwa kantor cabang Bank BTN Bogor dan Bekasi paling banyak mencatatkan potensi penyaluran kredit rumah (KPR) baru dari pembelian rumah selama pameran.

    “Kantor cabang BTN Bogor mencatat nilai (pengajuan) KPR lebih dari Rp.889 miliar, kantor cabang Bekasi lebih dari Rp.787 miliar,” jelasnya dalam penutupan IPEX 2017, belum lama ini.

    Beragam promo yang diberikan pengembang dan bank selama pameran salah satu faktor yang membuat masyarakat antusias membeli properti.

    Promo yang ditawarkan diantaranya bunga KPR 5% pada tahun pertama dan 6,5% per tahun dua tahun selanjutnya. Uang muka yang disyaratkan juga ringan, hanya 5% dan bebas biaya administrasi serta provisi. Ada pula promo bebas biaya, persetujuan cepat, diskon asuransi, dan hadiah langsung.

    Baca Juga :
    Tingkat Penjualan Apartemen, Jadi Acuan Pergerakan Pasar Properti

    “Tingginya pencapaian transaksi di IPEX 2017 tentunya mendorong kita untuk lebih bersemangat (menggarap) bisnis ini. Apalagi, pemerintah juga sangat concern dengan bisnis properti dengan Presiden Joko Widodo langsung yang membuka pameran. Pengembang harus meresponnya dengan mengeluarkan lebih banyak produk yang dibutuhkan masyarakat,” kata Handayani.

    Selama 10 hari pameran IPEX 2017, penjualan rumah dengan harga di bawah Rp.1 miliar laku keras. Pasalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan transaksi sebesar Rp.8,36 triliun.

    Nilai ini menjadi pertanda kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi. Meskipun, tingginya penjualan tersebut belum bisa menyaingi keadaan pada 2013 lalu saat booming properti.

    “Tren pertumbuhannya positif. Animo masyarakat terhadap properti atau rumah (dengan harga) di bawah Rp.1 miliar luar biasa,” kata Handayani.

    Dia mengatakan bahwa kebanyakan properti yang terjual dibeli oleh para penghuni rumah pertama. Menurut Handayani, hal ini menjadi potensi yang menjanjikan bagi para pengembang.

    Meski demikian, tingginya minat masyarakat tak berlaku untuk properti dengan harga di atas Rp.1,5 miliar. “Penjualan rumah dengan harga di atas Rp.1,5 miliar relatively memang butuh waktu,” lanjut Handayani.

    Adapun dari hasil transaksi yang dibukukan BTN, dari segmen konvensional, permohonan KPR terbesar dari segmen KPR non-subsidi Rp.5,42 triliun dan KPR Subsidi, prospek persetujuannya mencapai Rp.921,37 miliar.