Pengemudi Go-jek Indonesia, akhirnya bisa mendapatkan apa yang menjadi impiannya. (foto : sindikat.co.id)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Para pengemudi ojek online khususnya Go-jek Indonesia, akhirnya bisa mendapatkan apa yang menjadi impiannya untuk menghuni rumah idaman mereka. Pasalnya, manajemen Go-jek Indonesia dan Bank Tabungan Negara (Bank BTN) melakukan kerjasama untuk memfasilitasi anggotanya mendapatkan KPR bersubsidi.

Direktur Utama BTN, Maryono, dalam siaran Pers nya menyatakan, dalam Parade KPR BTN 2017 setidaknya ada 581 aplikasi subsidi dari para pengemudi Go-jek pada tahap pertama program Gojek Serbu BTN di buka beberapa bulan lalu. Dari program ini sejumlah 397 diantaranya sudah lolos verifikasi dan dipastikan kalau mereka bisa mendapatkan rumah impiannya.

“Nilai KPR-nya hanya Rp 51,6 miliar, namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau Program ini hanya untuk mitra yang mendapat pesan singkat atau SMS resmi dari Gojek dengan kriteria masa kerja minimal 1 tahun, penghasilan per bulan minimal Rp 2,5 juta dan penyelesaian order per hari minimal 5,” ujar Maryono, kemarin.

Lanjut Maryono, GO-JEK dan BTN memang sudah sejak lama bekerja sama, bahkan pada program yang di berni nama SWADAYA GO-JEK pada awal tahun 2017 sudah berhasil dan sukses. kini kembali Go-Jek dan BTN bekerjasama dalam membantu memberikan akses produk perbankan kepada mitra GO-JEK berupa KPR.  Dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota Go-Jek Online.

Kesuksesan program Go-jek Serbu BTN tahap pertama pada Parade KPR BTN 2017, menurut Maryono,  memacu bank BTN untuk kembali membuka program tersebut pada tahap kedua bersama Go-Jek Indonesia sebagai kelanjutannya.

Pada program Go-jek Serbu BTN Tahap II yang diselenggarakan secara serempak di seluruh kota di Indonesia yang menjadi wilayah kerja BTN, seperti Sumatera, Jawa Timur, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi. Maryono mengatakan untuk tahap kedua, pihaknya menargetkan minimal di atas aplikasi tahap pertama, yaitu bisa mencapai 500-an aplikasi.

Maryono menambahkan, BTN yang telah berdiri sejak tahun 1976 hingga bulan November 2017 ini telah mengucurkankredit baik berskema konvensional maupun  syariah sejumlah Rp 230, 2 triliun.

“Kucuran kredit sebesar itu  untuk merealisasikan KPR sejumlah 4,1 juta unit rumah. Sebanyak 3,08 juta unit atau lebih dari 75 persennya dalam bentuk KPR Subsidi.