Komisi V DPR RI meninjau lokasi banjir di Kabupaten Garut. (Foto: harianterbit)
Komisi V DPR RI meninjau lokasi banjir di Kabupaten Garut. (Foto: harianterbit)

GARUT, INAPEX.co.id, – Komisi V DPR RI meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana infrastruktur pasca banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rombongan pejabat dalam peninjauan yang dirangkai melalui kegiatan kunjungan kerja (kunker) tersebut, juga melihat secara lansung penanganan banjir hingga menelan korban sebanyak 34 jiwa meninggal dunia dan 19 orang masih dinyatakan hilang.

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Fary Djemy Francis terlihat menyaksikan proses pemasangan bronjong di titik jebolnya tanggul di Kecamatan Garut yang merupakan lokasi terparah dalam bencana banjir bandang tersebut.

Komisi V DPR RI didampingi Direktur Sungai dan Jalan Hari Suprayogi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Bambang Hartadi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Mochamad Mazid dan Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin Indriani.

Sementara, anggota Komisi V DPR RI, Yudi Widiana Adia mengakui, bahwa di Kabupaten Garut, merupakan wilayah nomor satu yang rawan bencana dan harus mendapat perhatian serius. “Dalam jangka pendek harus ada antisipasi tanggul, untuk yang tidak memadai maka harus ditinggikan,” katanya.

Usai melakukan peninjauan pemasangan bronjong, rombongan DPR RI melanjutkan kunjungan ke rumah susun sewa (rusunawa) di Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu yang menjadi titik lokasi penampungan bagi para pengungsi korban banjir bandang.

Dalam kesempatan itu, Camat Cilawu Ahmad Mawardi menjelaskan, bahwa rusunawa itu bisa menampung 87 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 339 jiwa.

Selain itu, rombongan DPR RI juga meninjau PDAM Garut yang melayani kebutuhan air bersih di Kabupaten Garut dan sekitarnya.

Direktur PDAM Garut, Doni Sujadi memaparkan distribusi air bersih di Kabupaten Garut sedikit bermasalah, karena pipa yang rusak dan mesin pompa tidak berfungsi.

Selanjutnya, rombongan Komisi V DPRI juga melihat langsung kondisi infrastruktur di Kabupaten Sumedang yang sempat dilanda bencana tanah longsor (21/9) lalu dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.