Pengecekan dan Uji Coba Kereta MRT Jakarta di Jepang. (Foto: MRT)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kereta yang didominasi warna biru dan abu-abu metalik tersebut bergerak perlahan di atas rel. Dua orang terlihat berdiri dan duduk di kabin masinis dengan pandangan serius memperhatikan laju dan situasi perjalanan kereta. Tidak lama kemudian, kereta terlihat berhenti.

Cuplikan situasi tersebut terlihat di video yang direkam oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar ketika melakukan pengecekan dan uji coba kereta MRT Jakarta langsung di pabrik pembuatnya Toyokawa Plant milik Nippon Sharyo, Jepang, seperti dilansir jakartamrt.co.id, baru-baru ini. Di video lain, terekam suasana di dalam kereta yang baru saja selesai di uji coba.

Terlihat beberapa fitur seperti pegangan penumpang, tempat duduk yang terbuat dari bahan fiber reinforced plastic (FRP) yang tahan api, area kursi roda, dan area kursi prioritas. Dalam kunjungan tersebut, turut serta Direktur Konstruksi Silvia Halim dan tiga orang staf lainnya. Peninjauan dan uji coba dilaksanakan sebagai bagian dari prosedur yang harus dilakukan sebelum kereta dapat dikirim ke Jakarta.

“Hal penting yang kami periksa adalah memastikan komponen dari kereta MRT Jakarta sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Kami juga mengecek dan menjajal langsung performa kereta di jalur (track) yang berada di area pabrik,” jelas William Sabandar di sela-sela pengecekan kereta.

Rencananya, dua set kereta MRT Jakarta akan tiba di Jakarta pada akhir Maret 2018. Perjalanan kereta tersebut cukup panjang, dimulai dari Pabrik Toyokawa Plant menuju pelabuhan di Toyohashi, Jepang pada 21 Februari, dan pada 7 Maret 2018, kereta mulai diangkut menggunakan kapal laut menuju Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta dan diperkirakan tiba pada 26 Maret 2018.

William mengapresiasi hasil uji coba rangkaian kereta pertama dan kedua tersebut. “Seluruh fitur bekerja sesuai harapan, kami juga berpesan kepada Nippon Sharyo untuk terus menjaga kualitas kereta berikutnya hingga tiba di Jakarta, karena MRT Jakarta selalu mengedepankan aspek kualitas dan keamanan dalam pelayananan kepada masyarakat,” ucap William.

Nantinya, MRT Jakarta akan memiliki enam belas set rangkaian kereta, dengan rincian satu set rangkaian terdiri dari enam kereta. Kereta akan menggunakan sistem operasi otomatis level dua 9GoA 2) dan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) yang dikendalikan dari Operation Control Center (OCC).