Closing Seremonial IPEX 2018 ditandai dengan sesi potong nasi tumpeng bersama jajaran Bank BTN dan PT. Adhouse Clarion Events. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dinilai menjadi media promosi dan transaksi yang lebih efektif bagi industri real estate secara nasional, event ke 33 Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 dapat berlangsung dengan sukses.

“Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena dengan petunjuk dan ridhoNya maka pameran Indonesia Properti Expo 2018, dapat terselenggara dengan baik dan berjalan tanpa halangan yang berarti,” kata Direktur Utama PT. Adhouse Clarion Events Toerangga Putra, di Jakarta, Kamis (22/2).

Menurutnya, IPEX Februari 2018 merupakan event yang ke-33 diselenggarakan PT. Adhouse Clarion Events, mempunyai maksud untuk memberikan media promosi dan transaksi yang efektif disamping pameran ini juga bertujuan untuk terus mengembangkan ajang pertukaran informasi yang lebih efisien lagi bagi sesama developer dalam pengembangan inovasi-inovasi baru yang kiranya dapat di apresiasi masyarakat konsumen. “Pameran ini merupakan wujud kepedulian kami sebagai fasilitator terhadap penyediaan hunian sekaligus untuk mengatasi kekurangan pasokan perumahan di Indonesia,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, PT. Adhouse Clarion Events menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan seluruh jajaran pengurus DPD REI DKI Jakarta, yang telah memberikan dukungan dan bantuannya sejak masa persiapan sampai dengan terlaksananya pameran ini.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh media partner dan seluruh peserta pameran, yang selama ini telah memberikan bantuan sehingga kegiatan pameran bisa berjalan dengan baik,” kata Toerangga Putra.

IPEX merupakan pameran yang telah dirintis sejak tahun 1992 silam. Pameran ini terus berkelanjutan dan berkesinambungan diadakan secara reguler setiap tahunnya. Sebagaimana melanjutkan pameran di tahun-tahun sebelumnya, IPEX ini merupakan langkah yang baik dan konsisten dalam menerapkan sarana dan wahana strategis untuk berkomunikasi, bersosialisasi dan berpromosi bagi seluruh produk properti di Indonesia serta fasilitas penunjang lainnya seperti jasa layanan pembiayaan perbankan.

“Terutama sekali dalam hal ini adalah layanan KPR, KPA bagi masyarakat konsumen Indonesia. Dalam mewujudkan semua itu, Bank BTN masih setia menjadi official Bank yang bekerjasama dengan kita dalam menunjang layanan perbankan,” pungkas Toerangga Putra.

 

Para pengembang yang telah menerima penghargaan di ajang IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

 

Selain itu, pada acara penutupan IPEX 2018, juga disampaikan para penerima penghargaan selama pameran berlangsung. Adapun para penerima penghargaan yaitu peserta pameran IPEX yang terkategori dari design Stand Terbaik, Peserta dengan Izin Prinsip terbanyak dari pengembang Syariah, Subsidi maupun Non Subsidi.
Stand Pengembang Terbaik Hall A:

  • Juara 1, Adhi Karya
  • Juara 2, Duta Putra Group

Stand Pengembang Terbaik Hall B:

  • Juara 1, Cowell
  • Juara 2, Orchid Realty

Stand Pengembang Terbaik FLPP :

  • Panca Bangun Propertindo

Bank BTN Dengan Izin Prinsip Terbanyak:

  • Kantor Cabang Syariah (KCS)
  • KCS Jakarta, Harmoni
  • KCS Jakarta, Pasar Minggu
  • KCS Tangerang

Kantor Cabang (KC) Dengan Non-Subsidi KPR Terbanyak;

Kantor Cabang (KC) Kelas Tiga
– KC Karawaci (75 %)

Kantor Cabang (KC) Kelas Dua
– Juara 1, KC Cibubur (108 %)
– Juara 2, KC Harapan Indah (67 %)

Kantor Cabang (KC) Kelas Satu
– Juara 1, KC Jakarta, Cawang (127 %)
– Juara 2, KC Jakarta, Kebon Jeruk (99 %)

Kantor Cabang (KC) Utama
– Juara 1, KC Tangerang (173 %)
– Juara 2, KC Bekasi (170 %)
Pengembang Dengan Izin Prinsip Terbanyak:

Syariah
– PT Mustika Putra Nusantara

Subsidi
– Juara 1, PT Vista Bangun Propertindo
– Juara 2, PT Budi Langgeng Persada
– Juara 3, PT Budiman Inti Propertindo

Non-Subsidi
– Juara 1, PT Bina Karya
– Juara 2, PT Artha Putra Prima
– Juara 3, PT Graha Perdana Indah
Pengembang Dengan Penjualan KPR BTN Terbanyak:

Juara 1, PT Duta Putra Group (335,7 miliar)
Juara 2, PT PP Properti (317 milliar)
Juara 3, PT Nusantara Almazia (220,2 milliar)