• Inapex

    Dilema Cari KPR Bunga Murah? Yuk Datang di Pameran Indonesia Properti Expo 2018

  • Oleh
  • Jumat, 05 Jan 2018
  • Ilustrasi pengunjung Indonesia Properti Expo. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Tak mudah ingin mewujudkan bisa memiliki rumah sendiri, namun uang ditabungan hanya cukup buat bayar uang muka? Apabila masyarakat konsumen tengah merasa dilema untuk mencari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rumah, kini tak perlu bingung lagi. Yuk, datang di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 yang akan berlangsung pada 03 – 11 Februari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

    Event terbesar di Indonesia ini diselenggarakan oleh PT. Adhouse Clarion Event bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang melibatkan ratusan pengembang terpercaya. Menariknya, dalam pameran properti ini banyak promo menarik serta layanan kemudahan untuk pengajuan KPR Subsidi maupun Non – Subsidi dengan suku bunga rendah.

    Managing Director PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana, menjelaskan, banyak keuntungan promo lain yang bisa diperoleh bagi masyarakat konsumen khususnya pencari rumah untuk dihuni serta sebagai investasi. Tak hanya bunga kreditnya, down payment atau uang mukanya pun sangat terjangkau. “Kita berharap promo melalui event IPEX ini bisa menggerakkan KPR atau rumah non-subsidi,” ujar Igad Permana.

    Lebih lanjut dikatakan Igad Permana, pameran ini diikuti oleh 200 perusahaan pengembang dengan proyek yang dipamerkan mencapai 850 proyek, yang 30 persennya merupakan proyek bersubsidi.

    Baca Juga :
    Atasi Blacklog Perumahan, Intiland Bangun Rumah FLPP Dikawasan Pacitan

    Sementara itu, ditahun ini merupakan peluang besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mewujudkan impian bisa memiliki rumah sendiri. Pasalnya, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membuat banjir bantuan dengan program subsidi pembiayaan perumahan ditahun 2018.

    Rinciannya, untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dialokasikan untuk 42.000 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) 225.000 unit, dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar 344.500 unit. Dari target yang ditetapkan, hanya skema SSB yang kuotanya dipotong dari tahun 2017, di mana tahun ini alokasinya adalah 239.000 unit. Sedangkan FLPP meningkat dengan alokasi tahun ini sebesar 40.000 unit, dan SBUM dengan alokasi 278.000 unit.

    Sementara realisasinya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, hingga akhir tahun diharapkan serapan mencapai 50% dari alokasi. “Hingga akhir tahun, diperkirakan akan tersalur FLPP sebesar 21.000 unit, SSB sebesar 140.000 unit dan SBUM sebesar 160.000,” ujar Lana saat acara Outlook Pembiayaan Perumahan 2018.

    Selain mengandalkan dua ketiga program ini, Dirjen Pembiayaan Perumahan juga akan menyelenggarakan beberapa skema baru seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).