Di Kawasan Terpencil, Relawan Muda Bangun Rumah Anti Gempa
Relawan Muda Bangun Rumah (Foto: kps)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Menyandang visi “membangun rumah, membangun kehidupan”, Habitat for Humanity akan melakukan kembali kegiatan “28uild.id” (dibaca: to build Indonesia).

Motto-nya aksi relawan muda untuk membangun rumah, aktivitas tersebut telah digelar sebanyak lima kali di lokas – lokasi daerah terpencil yang berbeda.

Para relawan tersebut membangun bersama pemilik rumah mulai dari membuat fondasi, mendirikan dinding hingga proses mengecat.

Menurut Bagus Dharmawan, communications manager for Habitat for Humanity, rumah yang dibangun tersebut tak hanya layak huni, namun juga anti gempa dengan skala tertentu.

Habitat for Humanity ini merupakan lembaga kemanusiaan yang mengkhususkan diri untuk pembangunan rumah layak huni di kawasan terpencil atau daerah yang terjadi bencana.

Dalam momen Hari Sumpah Pemuda, kegiatan 28uild.id ini selalu digelar tiap bulan Oktober setiap tahunnya. Pada 2016 ini, kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 29/10, dengan mengambil dua lokasi, yakni di Kampung Kameng, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Di kampung ini, Habitat for Humanity telah membangun 500 dari 1.500 unit rumah yang menjadi target di tahun ini. Untuk 28uild.id ini relawan muda akan menangani pembangunan sebanyak 8 unit rumah dan 2 MCK umum.

Tempat kedua ialah di Desa Kesamben Kulon, Wringinanom, Gresik – Jawa Timur, yang rencananya akan dibangun 15 unit rumah.

Seperti sebelumnya, sejumlah relawan selebriti yang telah ikut terlibat 28uild.id, diantaranya Aline Adita, Baim Wong, dan Whulandary Herman.

Perusahaan dan sekolah juga ada yang menyatakan diri ikut terlibat, misalnya Alfamart, Hotel Indonesia Kempinski, dan Sekolah Kairos Gracia – Citra Garden City, Kalideres.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan penghargaan kepada 30 pemenang dalam ‘Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara 2016’ di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa malam (25/10/2016).

Kegiatan sayembara tersebut diadakan oleh PT Propan Raya didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Acara ini dimaksudkan untuk menyukseskan program pembangunan 100.000 homestay di 10 destinasi prioritas.

“Latar belakangnya bukan hanya keinginan kita (Kemenpar), tapi juga keinginan presiden bahwa arsitektur nusantara diaplikasikan di seluruh nusantara,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi persnya.

Arief menambahkan bahwa kegiatan sayembara ini cukup penting dalam upaya mengembalikan arsitektural tradisional yang khas dan mengingat sekarang ini telah banyak yang hilang.

(kps/he)