ilustrasi (Foto: dok.inapex)
ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berbagai ragam proyek apartemen terus menjamur disejumlah wilayah di Indonesia.

Bahkan, sejumlah pengembang terus membuat konsep desain untuk hunian vertikal tersebut.

Kemudian bagaimana melihat prospek bisnis properti tersebut? Benarkah jika dibandingkan rumah, apartemen dinilai jauh lebih menguntungkan?

Menurut pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi Inapex.co.id, Toerangga Putra, mengaku pengembangan apartemen mulai digandrungi oleh para developer serta melakukan inovasi baru disejumlah kota besar di Indonesia.

Karena selain memiliki prospek bagus, fakta dipasar properti hunian vertikal ini mulai banyak diminati dikalangan menengah keatas.  Toerangga menambahkan, unit apartemen itu dibandrol mulai dari Rp.1,5 miliar hingga Rp. 3 miliar.

“Untuk saat ini dengan budget tiga miliar, bagi konsumen yang ini beli rumah tapak di Jakarta mungkin baru dapat tanahnya saja, belum lagi nilai bangunannya,” kata Toerangga, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/11).

Lebih lanjut dikatakan Toerangga, mengapa pembeli apartemen mayoritas dari kalangan atas yang lebih memprioritaskan fasilitas dan lokasi strategis.

Menurutnya, alasan itu sangat lazim karena untuk bisa memiliki fasilitas itu di rumah tapak paling tidak harus mempunyai lahan minimal seluas 1000 meter persegi.

“Untuk perhitungan harga rumah seluas itu pasti sudah mencapai lebih dari tiga puluh miliaran, apalagi tergantung wilayahnya misalnya di Jakarta Barat. Perbandingan di apartemen bisa menyediakan tiga kolam renang sekaligus untuk penghuni dengan harga jauh lebih murah. Jadi menurut saya lebih menguntungkan beli dan tinggal di apartemen,” katanya.