Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.idDeveloper asal Singapura menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia terbilang cukup bagus dibandingkan negara regional Asia.

Apalagi, sejumlah lembaga internasional juga memprediksi ekonomi Indonesia bisa menembus peringkat antara 5 – 7 terbesar di Dunia pada 2030 – 2035 mendatang.

Penilaian tersebut disampaikan Presiden Direktur PT. Brewin Mesa Sutera Bill Cheng, menanggapi alasan investor asing ingin bisnis properti di Indonesia.

Apalagi, saat ini sudah mulai terbukti banyak pengembang asal China, Jepang, Korea, Australia, Timur Tengah, hingga Singapura sudah masuk mengembangkan proyek di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Lombok.

Sementara itu, Bill Cheng juga berhasil dengan sukses ikut mengembangkan apartemen premium The Lana di kota baru Alam Sutera (800 ha), Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Menurut Bill Cheng, pengembangan proyek properti di Indonesia sangat potensial. “Kami masuk ke Indonesia tahun 2015 dan memilih Alam Sutera karena melihat Serpong dan Tangerang sebagai wilayah yang sangat berkembang dengan jumlah populasi kelas menengah terus meningkat. Lokasi strategis itu didukung pengembangan proyek infrastrktur baru yang akan membuat kawasan makin lengkap dan mudah aksesibilitasnya,” ungkap Bill Cheng di Jakarta, baru-baru ini.

Bill juga mengisahkan kendati pasar properti sempat lesu diera 2014, namun fakta membuktikan penjualan The Lana tetap berlangsung meningkat hingga akhir 2016.

Membidik segmen harga Rp1,5-Rp5 miliar, The Lana bisa membukukan penjualan 20 unit dalam waktu satu bulan saat masa awal diluncurkan.

“Tahun ini pasar akan makin baik, didukung berbagai upaya pemerintah melalui berbagai regulasi dan kebijakan (menaikkan pertumbuhan ekonomi). Dalam jangka panjang ekonomi Indonesia memiliki potensi sangat besar (untuk berkembang lebih tinggi) dengan populasi, demografi, dan pertumbuhan kelas menengahnya yang luar biasa,” tutur Bill.

Total sampai saat ini The Lana disebutrnya telah membukukan penjualan 45 persen atau 220-an unit dari total 563 unitnya.

Dibangun di atas lahan 8.000 m2, The Lana terdiri atas dua menara setinggi 37 lantai mencakup 199 unit dan 364 unit hunian tipe 1-3 kamar seluas 58-160 m2.

The Lana sudah selesai ditahap pembangunan pondasi dan segera memulai pembangunan struktur di atasnya. Target serah terima kuartal kedua 2020.