Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Cewek penggemar boneka Panda ini, akhirnya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi bisa disetujui oleh Bank Tabungan Negera (BTN) Cabang Pasar Minggu.

“Alhamdulillah, akhirnya pengajuan KPR saya disetujui Bank BTN dan sekarang tinggal nunggu proses akad kreditnya,” ungkap Veby Ratna Sari, ketika dihubungi INAPEX.co.id, Jum’at (10/3).

Menurut gadis yang memiliki hoby koleksi boneka Panda tersebut, memiliki rumah sendiri sudah pasti menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang. Kendati demikian, melejitnya harga rumah sering membuat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) merasa pesimis.

“Karena ini sebagai kebutuhan rumah pertama, saya mengajukan KPR Subsidi jadi sangat terbantu dengan DP ringan, cicilan murah, bebas biaya dibantu sampai akad,” kata Veby.

Veby mengaku sangat beruntung, karena menjadi bagian calon debitur yang dapat mewujudkan impiannya bisa memiliki rumah sendiri.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang terus berupaya kerja keras untuk bisa mengumpulkan uang down payment (DP) selalu sia-sia karena terbentur kebutuhan lain.

Padahal sebenarnya, siapa saja bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri. Tapi, memang untuk membeli rumah diperlukan perencanaan yang matang.

Apalagi, saat ini terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk membeli rumah, yaitu secara tunai dan dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui bank. Pembelian rumah dengan cara KPR merupakan yang paling banyak dipilih masyarakat saat ini karena dirasa lebih meringankan.

Masalahnya sebelum menerima pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank memiliki penilaian sendiri terhadap calon debitur. Untuk itu ada beberapa cara cerdas yang bisa dilakukan untuk memudahkan persiapan diri dalam pengajuan KPR.

Buat target sejak jauh hari membeli rumah tentu berbeda dengan membeli sekadar barang elektronik, karena harganya jauh lebih tinggi. Oleh sebab itu, perlu mempersiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari. Buat target harga rumah yang akan dibeli dengan KPR. Namun, juga harus memperkirakan harga belinya di tahun-tahun mendatang.

Hitung berapa kenaikan harga rumah per tahun sehingga perhitungan tidak jauh berbeda ketika sudah siap mengambil KPR. Contoh, harga rumah yang ingin diimpikan saat ini sekitar Rp200 Juta, maka perkiraan harga rumah sekitar 2-3 tahun mendatang senilai Rp300 Juta.

Dari nilai ini bisa memperkirakan DP yang harus dibayarkan umumnya 30 persen dan biaya notaris. Jadi bisa targetkan mulai dari sekarang berapa uang yang harus kumpulkan untuk membayar biaya-biaya awal tersebut.

Membuat Buku Kas Buku kas penting digunakan untuk mencatat secara rinci setiap pemasukan dan pengeluaran, sehingga arus keluar-masuk dana bisa lebih diketahui dengan jelas. Ada banyak cara membuat buku kas, bisa secara manual ataupun  memanfaatkan aplikasi buku kas online (lebih praktis karena perhitungan dilakukan secara otomatis).

Dengan adanya buku kas, Anda bisa menentukan kebutuhan prioritas dan mengetahui batas maksimum yang bisa Anda keluarkan setiap bulan. Dengan buku kas Anda pun bisa lebih disiplin dalam menabung.

Menabung di Bank yang Memiliki Fasilitas KPR Saat ini banyak bank menawarkan fasilitas KPR, manfaatkan dengan baik fasilitas tersebut dengan cara membuka tabungan di bank-bank yang memberikan fasilitas KPR. Bank tentu akan melihat hal ini sebagai poin penting referensi persetujuan jika suatu saat mengajukan KPR di bank tersebut.

Satu langkah lebih dekat menuju rumah impian, deh. Beli Emas Jika sudah mulai rutin menabung di bank setiap bulan, pikirkan cara untuk menambah pundi-pundi tabungan Anda dengan cara menabung emas.

Untuk diketahui, emas merupakan salah satu investasi yang bisa diandalkan karena nilainya jarang sekali tergerus inflasi bahkan cenderung naik. Beli emas dengan uang tabungan untuk pembayaran DP rumah saat harga emas turun.

Lalu, jual kembali di saat harga emas naik. Lakukan hal tersebut berulang-ulang, cara ini efektif untuk menambah tabungan KPR. Sesuaikan Angsuran KPR dengan Penghasilan Jika tabungan sudah siap, tinggal pikirkan mengenai cicilan KPR. Usahakan nilai angsuran sesuai dengan kemampuan keuangan.

Jangan sampai cicilan KPR menjadi beban. Ini harus dipikirkan secara rinci karena akan mengambil jangka waktu yang sangat panjang. Peraturan bank umumnya menetapkan cicilan KPR per bulan tidak boleh melebihi 30 persen dari penghasilan setiap bulan.

Bahkan, konsumen properti bisa menyiasatinya dengan membesarkan pembayaran uang muka di awal. Biasanya dengan membayar DP lebih besar otomatis angsuran per bulan akan lebih ringan.