• Inapex

    Cari Moment Menguntungkan bagi Konsumen Properti, Ini Penjelasannya

  • Oleh
  • Rabu, 04 Okt 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id –  Instrumen investasi properti yang tepat tak hanya bergantung pada nilai lokasi strategis serta kuwalitas bangunan rumah tapak maupun hunian vertikal. Namun, sejumlah moment yang menguntungkan juga menjadi alasan tersendiri bagi konsumen menolak beli properti untuk saat ini.

    Hal itu terungkap sejumlah alasan misalnya masih menunggu moment yang sangat menguntungkan bagi para konsumen properti, seperti pada saat ajang promosi dan transaksi di pameran Indonesia Properti Expo 2018 mendatang.

    Ajang pameran properti terbesar di Indonesia yang bertajuk ‘Pesta KPR BTN Merdeka’ tersebut berlangsung mulai 3– 11 Februari 2018, Hall A & B di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

    Kemudian, agar calon konsumen tak merasa kecewa ketika ingin membeli berbagai jenis produk properti sangat dibutuhkan kejelian memilih pemaran properti. Langkah itu dilakukan untuk menghindari dampak kerugian dan penyelasan bagi konsumen itu sendiri.

    Investasi properti memang sudah menjadi daya tarik bagi investor yang menginginkan penghasilan tiap bulan dari hasil investasinya. Oleh sebab itu, dibutuhkan kejelian dalam memilih pameran properti yang jelas dan pasti.

    Sejumlah investasi pada umumnya, properti memberikan solusi yang tidak membuat pemilik merasa khawatir dengan kondisi keuangan.

    Selain itu, mengingat tak hanya mengandalkan properti kios sederhana, bisa menghasilkan pasif income melebihi modal yang dikeluarkan. Namun, investor juga bisa meraup keuntungan hasil penjualan ketika harga properti semakin naik tinggi.

     

    ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    Kendati demikian, konsumen juga dapat membangun usaha properti yang bisa dijadikan lahan investasi bagi si pembeli. Biasanya disebut sebagai developer, yang memang selalu membangun properti seperti perumahan umum, apartemen dan lainnya.

    Hasil membangun properti tersebut, untuk pemasaran kemudian dikenalkan dengan cara mengadakan sebuah pameran. Properti yang dipamerkan tersebut meliputi, rumah hunian dan apartemen. Karena rata-rata yang banyak peminat dalam properti adalah rumah hunian.

    Untuk memanfaatkan pameran seperti Indonesia Property Expo (IPEX), dapat melakukan beberapa tips agar dapat properti yang sesuai kebutuhan.

    Persiapkan budget biasanya developer membangun melalui berbagai jenis pilihan proyek yang siap dijual ke konsumen. Bahkan saat itu, developer sudah menyiapkan berbagai macam tipe rumah. Bahkan harga setiap tipe rumah sangat bervariasi.

    Oleh sebab itu, konsumen bisa mempersiapkan budget sesuai kemampuan isi kantong serta memilih tipe rumah yang ingin dibeli. Bila memang belum mengetahui secara pasti harga rumahnya, setidaknya konsumen telah mempersiapkan budget yang sekiranya sesuai tipe rumah yang ingin dibeli.

    Baca Juga :
    Jangan Asal Jual, Ketahui 7 Kesalahan Saat Menjual Rumah!

    Kemudian soal penentuan lokasi rumah. Untuk menentukan lokasi rumah juga dirasakan sangat penting. Sebelum membeli properti rumah tentu berkaitan dengan tempat bekerja dan pasangan, bila memang sama-sama bekerja.

    Namun jika hanya saja yang bekerja, pastikan bahwa rumah yang dibeli bisa untuk tetap berkumpul. Intinya menentukan lokasi yang disetujui keluarga memang penting sebelum beli rumah.

    Kemudian lokasi strategis pembangunan properti memang disiapkan sejak awal oleh developer. Hal ini agar konsumen membeli rumah berada dilokasi yang bagus. Diantaranya seperti berada didekat pasar, pom bensin, jalan raya, sekolah, masjid dan lainnya.

    Langkah selanjutnya yaitu menentukan dua jenis rumah yang ditawarkan developer. Diantaranya, rumah jadi dan rumah yang belum jadi. Khusus untuk rumah yang belum jadi, biasanya ditunjukkan itu berupa sketsa rumah yang akan dibangun.

     

    Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    Kemudian cara memesan rumah belum jadi ini biasa disebut sebagai inden. Artinya inden tentu memesan sebelum rumah terbangun nyata. Lebih baik tidak untuk membeli rumah secara inden. Memang harga bisa lebih murah. Walau memberikan sketsa dengan bagus, namun hal itu belum menjadi kenyataan.

    Kendati developer terpercaya akan membangun sesuai sketsa. Tetap saja belum ada kepastian produk nyatanya. Berikutnya bila membeli rumah secara inden, tentu disarankan melalui sistem yang dipakai adalah sistem DP.

    Ini yang dianjurkan. Karena sesuai prinsip jual beli barang pemesanan pada umumnya. Ketika barang belum jadi, tentu bisa dengan sistem DP bahkan tidak perlu membayar DP.

    Tidak kalah penting, memilih developer terpercaya lebih penting daripada sistem harga yang ditetapkan ketika memilih cara inden dalam membeli properti. Ketika developer dipercaya dalam hal kemampuan membangun properti, tentu pembangunan rumah yang dipesan akan sesuai dengan sketsa.

    Khusus dalam membeli rumah melalui cara KPR, tentunya harus menyediakan berkas pribadi lengkap agar segera dilakukan proses. Biasanya berkas yang utama untuk karyawan adalah Slip gaji asli (berstempel perusahaan), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Buku rekening tabungan selama 3 bulan terakhir.

    Memang terkesan rumit, bagi wiraswasta yang belum memiliki surat legalitas seperti SIUP. Namun pihak developer biasanya akan membantu calon konsumen mengurus bila memang wirasuwasta belum memiliki dokumen yang dibutuhkan.