Kawasan Jakarta Masih Jadi Tempat Hunian Primadona
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Carport di era sekarang ini menjadi hal utama dalam sebuah hunian tempat tinggal. Selain sebagai tempat menyimpan kendaraan roda empat agar terhindar dari pencurian, juga untuk melindungi mobil dari terik matahari dan hujan.

Dikarenakan minimnya ketersediaan lahan untuk membuat garasi permanen, maka sang pemilik kendaraan dan hunian tersebut mensiasatinya dengan membuat carport.

Carport, dalam fungsi sebenarnya memang tidak dilengkapi atap. Selain itu, lantai yang menggunakan bahan bertekstur kasar dan  bermotif standar. Namun dalam perkembangannya, seringkali pemilik rumah menambah atap dan mengganti lantainya dengan warna dan tekstur yang di sesuaikan dengan selera pemilik rumah.

Cara berikut ini, bisa dijadikan acuan bagi pembaca yang ingin membuat carpot agar tampak lebih bagus dan menarik.

  • Perhatikan saluran pembuangan air bekas agar mengalir cepat. Pasalnya, carport biasanya selain di jadikantempat memarkir kendaraan roda empat anda, juga sebagai tempat kegiatan mencuci kendaraan. Sehingga di perlukan tingkat kemiringan lantai 1,35 derajat.
  • Desain carport biasanya memiliki pola tertentu, garis-garis pada pola tersebut bisa dibuat sebagai tali air dengan kedalaman sekitar 2 cm.
  • Buatlah ramp penghubung antara pagar rumah dengan batas jalan dengan tingkat kemiringan tertentu. Ramp ini dapat difungsikan seperti jembatan yang menutupi sebagian saluran. Karena itu kemiringannya perlu diperhatikan agar air tetap bisa mengalir. Pada ramp ini bisa juga dibuatkan pola-pola tertenti yang berfungsi pula sebagai tali air.
  • Selain membahayakan penghuni, lantai yang licin (slippery) juga kurang baik untuk mobil. Sehingga buatlah lantai bertekstur kasar dengan memakai material berupa batu tempel, batu sikat, koral sikat maupun keramik bertekstur kasar yang non-slippery.
  • Hindari penggunaan meterial yang membuat air tergenang, seperti batu alam yang mempunyai ceruk dalam sehingga air sulit mengalir.
  • Atap carport bisa dibuat tidak terlalu tinggi sehingga tidak melebihi atap lantai satu. Hal ini untuk menjaga keserasian lingkungan serta keindahan siluet bangunan.
  • Selama bangunan carport tersebut semi permanen (hanya terdiri tiang dan atap), meskipun terbuat dari meterial keras seperti beton, masih boleh melebihi batas GSB. Lebih baik jika memilih meterial yang ringan seperti rangka kayu ataupun besi.